Menu

Mode Gelap
 

News · 1 May 2026 14:29 WIB ·

Setop Pemborosan! Gubernur Sultra Instruksikan Anggaran “Diet” Perjalanan Dinas demi Kesejahteraan Rakyat


Gubernur Sultra, Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka Perbesar

Gubernur Sultra, Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka

Sekilas.co.id – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kini memasuki fase baru yang lebih ketat. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara tegas menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan efisiensi anggaran besar-besaran demi memastikan setiap rupiah uang negara kembali ke tangan rakyat dalam bentuk manfaat nyata.

Pesan menukik tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Andi Syahrir. Ia menegaskan bahwa Gubernur menginginkan adanya perubahan paradigma dalam pengelolaan anggaran, di mana orientasi hasil menjadi panglima tertinggi.

“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah untuk menghentikan segala bentuk pemborosan. Ini termasuk instruksi untuk memangkas atau menghentikan perjalanan dinas yang sifatnya tidak mendesak,” ujar Andi Syahrir saat menjelaskan arah kebijakan terbaru tersebut.

Langkah “diet” anggaran ini bukan tanpa alasan. Pemprov Sultra tengah memfokuskan sumber daya finansial daerah untuk mempercepat program-program penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Selain itu, pemerataan akses terhadap fasilitas dasar seperti pendidikan dan layanan kesehatan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Gubernur menekankan bahwa penghematan dari sektor birokrasi akan dialihkan untuk memperkuat sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan hidup orang banyak.

Tak hanya soal besaran angka, Gubernur juga menyoroti moralitas pelayanan publik. Ia mewanti-wanti agar tidak ada lagi praktik-praktik yang membebani masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Gubernur menekankan transparansi pelayanan. Jangan sampai ada praktik yang memberatkan warga, baik di lingkungan sekolah maupun fasilitas kesehatan. Di sektor kesehatan, target besarnya adalah memastikan seluruh masyarakat Sultra terlindungi oleh jaminan kesehatan tanpa terkecuali,” tambah Syahrir.

Seiring dengan kebijakan efisiensi ini, Pemprov Sultra juga tengah melakukan penyesuaian pada sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Meski dilakukan berbagai penyesuaian anggaran dan metode kerja, kualitas pelayanan publik diminta tidak boleh kendor sedikit pun.

Gubernur berharap, dengan kerja nyata yang lebih berdampak, kualitas hidup masyarakat Sulawesi Tenggara dapat meningkat secara signifikan. Kebijakan ini diharapkan menjadi lokomotif baru yang mendorong kemajuan daerah melalui tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien.

Penulis: ambar sakti

Artikel ini telah dibaca 868 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sultra Dikepung Banjir, 52 Ton Beras dan Ribuan Liter Minyak Goreng Mulai Diguyur Besok

12 May 2026 - 23:08 WIB

Gadaikan Motor Teman demi “Urusan Pribadi”, Dua Mahasiswa dan Satu Pemuda Wolasi Dipolisikan

12 May 2026 - 23:00 WIB

Menagih Janji Asap Pabrik Aspal di Bumi Anoa

7 May 2026 - 21:17 WIB

Gedor Mafia Tanah dan Aset “Bodong”, Gubernur ASR Gandeng KPK-BPN Amankan Marwah Sultra

7 May 2026 - 20:40 WIB

Raport Merah MCSP Membayang, Gubernur ASR dan KPK “Rapatkan Barisan” Bersihkan Birokrasi Sultra

7 May 2026 - 20:37 WIB

Aktivitas Ekonomi Kawasan Bungkutoko Disoal, Masayarakat Menolak Jadi Penonton

6 May 2026 - 12:11 WIB

Trending di News