Sekilas.co.id – Gerak cepat ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Mulai besok, Rabu (13/5), sebanyak 52 ton beras dan 3.060 liter minyak goreng akan diluncurkan ke enam kabupaten/kota yang terdampak paling parah.
Keputusan strategis tersebut lahir dalam rapat koordinasi percepatan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, Selasa (12/5). Langkah ini merupakan instruksi langsung Gubernur Sultra pasca berkoordinasi dengan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
“Penyaluran ini adalah wujud kehadiran negara di tengah musibah. Fokus kami adalah memastikan 10.405 jiwa yang terdampak tidak mengalami kerawanan pangan pasca bencana,” tegas Ari Sismanto usai rapat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sultra.
Berdasarkan data pemetaan, bantuan pangan ini akan disebar ke 33 kecamatan di enam wilayah administratif, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Kolaka Timur (Koltim), Konawe Selatan (Konsel), Konawe, dan Kolaka. Total ada 3.060 Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam daftar penerima manfaat. Setiap KK dipastikan mendapat alokasi satu liter minyak goreng, di samping bantuan beras yang disesuaikan dengan jumlah jiwa.
“Mulai besok, Dinas Sosial dan BPBD masing-masing daerah sudah bisa mengambil bantuan tersebut di gudang Bulog wilayah masing-masing untuk segera didistribusikan ke titik-titik pengungsian atau rumah warga,” tambah Ari.
Untuk efisiensi logistik, titik pengambilan bantuan telah dibagi. Khusus untuk Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Utara, pengambilan bantuan akan dipusatkan di gudang Bulog Kota Kendari. Sementara daerah lain akan menyesuaikan dengan kantor cabang Bulog terdekat di wilayahnya.
Kebijakan darurat ini diambil tepat setelah Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, melakukan peninjauan udara dan darat di sejumlah kawasan pertanian serta pemukiman warga yang terendam banjir, Selasa (12/5). Amran menekankan pentingnya pengamanan stok pangan agar stabilitas harga dan pasokan di Sultra tetap terjaga meski dalam kondisi bencana.
Pemerintah berharap penyaluran bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi warga, terutama bagi para petani yang lahan sawahnya ikut terendam dan terancam gagal panen akibat luapan air sungai yang merata di daratan Sultra.











