Menu

Mode Gelap
 

News · 21 Apr 2026 15:54 WIB ·

Perumda Utama Sultra Siapkan ‘Rumah Baru’ di Dalam Kawasan Eks MTQ


Direktur Utama Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal (Sumber: Istimewa) Perbesar

Direktur Utama Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal (Sumber: Istimewa)

Sekilas.co.id – Ketegangan sempat mewarnai kawasan eks MTQ Kota Kendari menyusul kebijakan penertiban lapak pedagang di area pedestrian. Namun, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Utama Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan langkah tersebut bukanlah upaya pengusiran, melainkan bagian dari “bedah wajah” kawasan demi kenyamanan bersama.

Penertiban yang menyasar area trotoar dan bahu jalan ini dilakukan menjelang puncak perhelatan HUT ke-62 Provinsi Sultra. Direktur Utama Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal, menegaskan bahwa sebagai pengelola penuh kawasan eks MTQ, pihaknya memiliki kewajiban untuk menegakkan regulasi dan tata tertib.

“Pemerintah sama sekali tidak berniat mengusir. Karena kawasan eks MTQ sudah diserahkan pengelolaannya ke Perumda, maka ada aturan dan tata tertib yang wajib dipatuhi oleh seluruh pengguna kawasan,” tegas Akhmad Rizal kepada awak media, Selasa (21/4).

Rizal menjelaskan, proses sterilisasi area pedestrian ini diperkirakan hanya berlangsung selama dua hingga tiga hari. Langkah ini mendesak dilakukan karena aktivitas perdagangan di bahu jalan selama ini dinilai menjadi biang keladi kemacetan, parkir liar, hingga terhambatnya hak pejalan kaki.

Meski bertepatan dengan momentum HUT Sultra, Rizal menyebut penataan ini merupakan skema jangka panjang untuk menciptakan kawasan ikonik Kendari yang lebih rapi dan profesional. “Aktivitas di trotoar sudah sangat mengganggu arus lalu lintas dan akses publik. Jadi, ini adalah bagian dari penataan menyeluruh, tidak semata-mata karena ada acara ulang tahun provinsi saja,” tambahnya.

Sebagai solusi konkret, Perumda Utama Sultra telah menyiapkan sekitar 100 unit tenan resmi yang berlokasi di dalam kawasan utama eks MTQ. Dengan skema ini, para pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan akan diarahkan masuk ke dalam area yang lebih representatif.

Rizal mengakui bahwa kapasitas 100 tenan tersebut memang belum mampu menampung seluruh pelaku UMKM yang ada. Namun, ia meminta para pedagang untuk tidak panik. “Tenan yang ada saat ini memang terbatas. Tapi bagi pedagang yang belum terakomodasi, tetap kami pikirkan. Kami sedang menyusun skema penataan lanjutan agar semua tetap bisa difasilitasi di dalam kawasan,” jelasnya.

Saat ini, pihak pengelola masih merampungkan pengaturan posisi pasti setiap tenan agar adil bagi seluruh pedagang. Rizal menjamin bahwa ruang untuk berjualan tetap terbuka lebar, selama para pelaku usaha berkomitmen mengikuti aturan main yang berlaku di bawah naungan Perumda.

“Kami sedang kerja keras melakukan penataan. Intinya, mereka tetap diberikan ruang untuk berjualan di dalam kawasan MTQ, asalkan mengikuti aturan yang ada. Kita ingin UMKM naik kelas dan kawasannya pun tertata,” pungkas Rizal.

Penulis: ambar sakti

Artikel ini telah dibaca 1033 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sultra Dikepung Banjir, 52 Ton Beras dan Ribuan Liter Minyak Goreng Mulai Diguyur Besok

12 May 2026 - 23:08 WIB

Gadaikan Motor Teman demi “Urusan Pribadi”, Dua Mahasiswa dan Satu Pemuda Wolasi Dipolisikan

12 May 2026 - 23:00 WIB

Menagih Janji Asap Pabrik Aspal di Bumi Anoa

7 May 2026 - 21:17 WIB

Gedor Mafia Tanah dan Aset “Bodong”, Gubernur ASR Gandeng KPK-BPN Amankan Marwah Sultra

7 May 2026 - 20:40 WIB

Raport Merah MCSP Membayang, Gubernur ASR dan KPK “Rapatkan Barisan” Bersihkan Birokrasi Sultra

7 May 2026 - 20:37 WIB

Aktivitas Ekonomi Kawasan Bungkutoko Disoal, Masayarakat Menolak Jadi Penonton

6 May 2026 - 12:11 WIB

Trending di News