Sekilas.co.id – Tensi politik di lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mulai menanjak jelang bursa pemilihan rektor (Pilrek) mendatang. Di tengah berbagai spekulasi dan manuver yang mulai bermunculan, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, akhirnya angkat bicara untuk mendinginkan suasana sekaligus menegaskan posisi politiknya.
Secara mengejutkan, Herman menepis mentah-mentah rumor yang menyebut dirinya bakal ikut bertarung dalam kontestasi perebutan kursi orang nomor satu di kampus hijau tersebut. Ia menyatakan bahwa fokus utamanya saat ini bukan pada kursi rektor, melainkan pada penyelesaian tanggung jawab tugas dan persiapan spiritual.
“Saya tidak pernah menyatakan diri maju dalam Pilrek. Fokus saya saat ini adalah menyelesaikan tugas-tugas yang ada dan bersiap untuk menjalankan ibadah haji,” tegas Herman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4).
Herman meminta pihak-pihak yang terlibat dalam dinamika kampus untuk tidak merasa khawatir terhadap posisinya. Sebagai pimpinan tertinggi di kampus saat ini, ia memberikan jaminan bahwa proses demokrasi di UHO akan berjalan tanpa intervensi maupun tekanan dari pihak rektorat.
Ia menegaskan tidak akan ada arahan suara kepada anggota senat untuk mendukung kandidat tertentu. Menurutnya, setiap anggota senat adalah insan akademis yang memiliki independensi penuh dalam menentukan pilihan.
“Saya menjamin tidak akan mengarahkan suara senat. Setiap anggota senat memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan secara mandiri. Transparansi adalah harga mati untuk menjaga integritas Pilrek UHO,” imbuhnya.
Menanggapi isu miring mengenai adanya kepentingan tersembunyi di balik jadwal kegiatan rektorat yang dianggap menguntungkan pihak tertentu, Herman memberikan jawaban menohok. Ia mengakui memang ada tekanan dan dukungan yang datang silih berganti dalam dinamika Pilrek kali ini.
Namun, pimpinan UHO ini menegaskan dirinya menolak terseret dalam pusaran politik praktis yang dapat mencederai marwah institusi pendidikan. Herman memilih untuk tetap berada di garis netral sebagai wasit yang adil bagi seluruh calon.
“Saya tidak akan terjebak dalam permainan politik seperti itu. Seluruh calon memiliki kesempatan yang sama dalam proses ini. Tidak ada perlakuan khusus,” kata Herman dengan nada bicara yang tegas.
Herman berharap, dengan sikap netralitas yang ia tunjukkan, Pilrek UHO dapat berjalan dengan jujur dan adil tanpa ada gesekan yang merusak kekeluargaan di lingkungan kampus. Baginya, tujuan akhir dari proses ini adalah lahirnya sosok pemimpin yang mampu membawa UHO melompat lebih jauh di kancah nasional maupun internasional.
Kini, dengan pernyataan resmi Herman yang memilih “absen” dari bursa pencalonan, peta persaingan Pilrek UHO diprediksi akan semakin menarik dan penuh kejutan dari figur-figur potensial lainnya.











