Sekilas.co.id – Gerbong mutasi di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak besar-besaran. Senin (20/4), Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 112 pejabat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra.
Pelantikan ini menjadi momen krusial bagi kepemimpinan Andi Sumangerukka dalam menata birokrasi Bumi Anoa. Tercatat, 112 pejabat yang dilantik terdiri atas 8 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), 45 Pejabat Administrator, 34 Pejabat Pengawas, dan 25 Pejabat Fungsional.
Dalam sambutannya, purnawirawan jenderal bintang dua yang akrab disapa ASR ini menegaskan bahwa perombakan kabinet ini bukan sekadar rotasi rutin. Ia menyebut penataan SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas demokrasi dan mutu pelayanan publik.
“Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Kepercayaan ini jangan disalahartikan, apalagi diselewengkan,” tegas Andi Sumangerukka di hadapan para pejabat baru.
Gubernur Andi Sumangerukka juga secara khusus menyoroti tantangan birokrasi yang kian kompleks. Ia memberikan peringatan keras (warning) agar para pejabat segera mengubah pola pikir (mindset) dari sosok yang “dilayani” menjadi sosok yang “melayani”.
Yang paling menyita perhatian, Gubernur menyentil budaya lama yang dianggap mencederai profesionalisme birokrasi. Ia melarang keras para pejabat Pemprov Sultra membebani Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten/kota saat melakukan kunjungan kerja (kunker).
“Budaya meminta fasilitas transportasi berlebihan, bahkan oleh-oleh saat berkunjung ke daerah, jangan lagi diteruskan! Jika meminta data terkait kunjungan, itu dibenarkan. Namun di luar itu, harus dihentikan,” bebernya dengan nada tegas.
Ia menambahkan, sistem merit kini menjadi panglima di Sultra. Parameter utama dalam promosi jabatan adalah kinerja dan integritas, bukan kedekatan personal. “Kita harus menjadi teladan dengan menjaga integritas dan profesionalitas,” tambahnya.
Dalam pelantikan tersebut, delapan nama mengisi pos strategis sebagai Kepala Dinas dan Kepala Badan (Eselon II). Beberapa di antaranya merupakan wajah-wajah yang dipercaya mampu mengakselerasi program strategis Sultra ke depan.
Berikut daftar 8 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik:
- Adrian – Kepala Kesbangpol Sultra
- Andi Syahrir – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra
- Dewi Rosaria Amin – Kepala ESDM Sultra
- Wawan Arianto – Kepala Biro Ortala Setda Sultra
- Muhammad Rajulan – Kepala DP3APPKB Sultra
- Fadlansyah – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra
- Robert – Kepala Badan Riset Daerah (Brida) Sultra
- Mustakim Darwis – Kepala Bappeda Sultra
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat serta penekanan kembali pada pakta integritas yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh pejabat yang baru dilantik.











