Menu

Mode Gelap
 

Hukrim · 21 Apr 2026 13:29 WIB ·

Dulu Kebanggaan karena Kapolri, Kini Kampung Salo Jadi “Negara Narkoba”, Aparat Ditantang Tempur!


Gambar Ilustrasi Perbesar

Gambar Ilustrasi

Sekilas.co.id – Ironi besar tengah menyelimuti Kampung Salo dan Gunung Jati, Kota Kendari. Wilayah yang dulu harum dan dibanggakan sebagai tanah kelahiran mantan Kapolri Jenderal (Purn) Idham Azis itu kini justru dicap sebagai zona hitam yang “haram” disentuh hukum. Peredaran narkoba di sana disebut-sebut sudah mencapai level akut hingga membentuk stigma sebagai “Negara dalam Negara”.

Memanasnya isu ini bermula dari unggahan viral di grup Facebook @SultraInfo. Sebanyak 12 video pendek beredar luas, merekam dengan gamblang suasana wilayah tersebut hingga aksi sejumlah orang yang sedang asyik berpesta sabu tanpa rasa takut. Unggahan ini seolah menjadi tamparan keras bagi kewibawaan aparat penegak hukum di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Reaksi keras pun meledak. Barisan Aktivis Madani (BASMI) Sultra secara terbuka melayangkan tantangan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra dan kepolisian. Mereka mendesak agar aparat tidak lagi “bersembunyi” di balik alasan kesulitan medan atau resistensi warga.

“Alat negara tidak boleh kalah dengan gembong narkoba! Tidak boleh ada negara dalam negara di wilayah tersebut. Jika aparat serius, peredaran ini pasti bisa diberantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Koordinator BASMI Sultra, Ferli, dengan nada tinggi.

Ferli menuding suburnya “pasar” sabu di Gunung Jati dan Kampung Salo sebagai biang keladi meningkatnya angka kriminalitas jalanan di Kendari. Banyak pelaku kejahatan yang tertangkap mengaku nekat menjambret atau mencuri hanya demi mendapatkan modal untuk “belanja” barang haram di lokasi tersebut.

Ia menilai, narasi aparat yang mengaku sulit melakukan penangkapan sudah basi dan tidak bisa diterima lagi. “Solusinya hanya satu: buang ego sektoral. Bentuk tim gabungan skala besar melibatkan Polri, BNNP, hingga TNI. Turunkan sekarang juga!” serunya.

Ganasnya situasi di lapangan diakui langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir. Ia membeberkan pengalaman mencekam yang dialami anak buahnya saat mencoba menembus zona merah tersebut. Penindakan di sana kerap berujung pada pertumpahan darah dan upaya perusakan aset negara.

“Tahun 2024, mobil anggota kami dilempari batu dan hampir dibakar saat melakukan penangkapan. Bahkan pada 2023, ada anggota kami yang ditikam saat operasi,” ungkap AKP Andi Musakkir.

Perlawanan nekat dari kelompok pro-bandar di lokasi tersebut ditengarai bukan sekadar menggunakan senjata tajam. Muncul dugaan kuat bahwa para pelaku kini mulai menggunakan senjata api untuk menghalau petugas yang berani masuk. Risiko nyawa inilah yang membuat pihak Polresta Kendari merasa penanganan wilayah ini harus dilakukan melalui operasi terpadu berskala besar.

*Menanti Taji BNNP dan Polda Sultra

Kini, desakan publik berada di titik puncak. Bola panas sudah berada di meja pimpinan Polda Sultra dan BNNP. Masyarakat menanti, apakah hukum masih memiliki taji untuk meruntuhkan tembok impunitas di lorong-lorong gelap Kampung Salo dan Gunung Jati, ataukah wilayah itu akan selamanya dibiarkan menjadi surga bagi para pengedar.

“Kami butuh sinergi kuat. Penindakan harus melibatkan tim gabungan. Koordinasi sudah dilakukan, sekarang kami tinggal menunggu instruksi dan keberanian pimpinan untuk bertindak,” pungkas Andi Musakkir.

Sementara itu, pihak BNNP Sultra memilih untuk diam. Tak ada komentar apapun yang terlontar atas beredarnya video tersebut. Dikonfirmasi melalui melalui chat pribadi melalui kontak WhatsApp, Kasi Intel Isamuddin tidak memberikan tanggapan.

Penulis: ambar sakti

Artikel ini telah dibaca 1330 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sultra Dikepung Banjir, 52 Ton Beras dan Ribuan Liter Minyak Goreng Mulai Diguyur Besok

12 May 2026 - 23:08 WIB

Gadaikan Motor Teman demi “Urusan Pribadi”, Dua Mahasiswa dan Satu Pemuda Wolasi Dipolisikan

12 May 2026 - 23:00 WIB

Menagih Janji Asap Pabrik Aspal di Bumi Anoa

7 May 2026 - 21:17 WIB

Gedor Mafia Tanah dan Aset “Bodong”, Gubernur ASR Gandeng KPK-BPN Amankan Marwah Sultra

7 May 2026 - 20:40 WIB

Raport Merah MCSP Membayang, Gubernur ASR dan KPK “Rapatkan Barisan” Bersihkan Birokrasi Sultra

7 May 2026 - 20:37 WIB

Aktivitas Ekonomi Kawasan Bungkutoko Disoal, Masayarakat Menolak Jadi Penonton

6 May 2026 - 12:11 WIB

Trending di News