Menu

Mode Gelap
 

News · 5 May 2026 14:28 WIB ·

Sultra Bukan Medan Kompetisi Anggaran: Gubernur ASR Warning Ego Sektoral di Musrenbang 2027


Gubernur Sultra, Mayjend TNI Andi Sumangerukka membuka Musrembang (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sultra, Mayjend TNI Andi Sumangerukka membuka Musrembang (Foto: Istimewa)

Sekilas.co.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), melempar peringatan keras kepada seluruh kepala daerah dan pemangku kebijakan di Bumi Anoa. Saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sultra di Kendari, Selasa (5/5), ASR menegaskan bahwa pembangunan tahun 2027 tidak boleh lagi terjebak dalam pola parsial, apalagi menjadi ajang “rebutan” anggaran antarwilayah.

Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin ini menekankan bahwa pemerintah provinsi adalah agregasi dari seluruh kabupaten dan kota yang wajib bergerak dalam satu visi. Ia menolak keras adanya kompetisi antarwilayah yang justru menghambat pemerataan pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Di balik capaian angka-angka mentereng, Gubernur ASR menyoroti realitas pahit yang masih menghantui Sultra. Secara makro, kinerja ekonomi Sultra pada 2025 tercatat solid di angka 5,70 persen, melampaui rata-rata nasional yang hanya 5,11 persen.

Namun, kegemilangan itu kontras dengan tingkat kemiskinan Sultra yang masih bertengger di angka 10,14 persen—jauh di atas rata-rata nasional sebesar 8,26 persen. “Masih ada sekitar 200 hingga 300 ribu masyarakat kita yang berada di bawah garis kemiskinan. Ini harus menjadi perhatian serius dalam penyusunan program dan anggaran 2027 agar lebih berkeadilan,” tegas ASR.

Dalam membedah strategi pembangunan, ASR membagi fokus berdasarkan karakteristik wilayah. Wilayah kepulauan diprioritaskan untuk percepatan infrastruktur dasar guna memutus keterisolasian. Sementara itu, wilayah daratan diarahkan menjadi benteng ekonomi kerakyatan melalui penguatan ketahanan pangan berbasis koperasi dan UMKM.

Motor penggerak utamanya adalah penguatan Koperasi Merah Putih. Program ini diproyeksikan sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku UMKM dengan raksasa kawasan industri agar tercipta rantai ekonomi inklusif di daerah.

Gubernur juga menyentil tata kelola dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tambang yang menjamur di Sultra. Ia meminta agar dana tersebut tidak hanya menjadi gugur kewajiban administratif perusahaan, tetapi harus menyentuh langsung masyarakat di wilayah terdampak.

“CSR harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah,” imbuhnya. Dengan arah kebijakan ini, ASR berharap kolaborasi lintas level pemerintahan dapat memastikan setiap program pembangunan tahun 2027 benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi rakyat Sultra.

Penulis: ambar sakti

Artikel ini telah dibaca 844 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tertibkan Aset Ummusshabri, Bukti ASR Lindungi Pendidikan Sultra: Aset Aman, Sekolah Tetap Jalan

11 September 2026 - 16:16 WIB

Maling Nikel, PT Ceria Nugraha Indotama Didesak Angkat Kaki dari Bumi Anoa

10 September 2026 - 08:41 WIB

Kasus Ekspor Nikel Ilegal PT Ceria Nugraha Indotama, Kejagung Tancap Gas

9 September 2026 - 17:53 WIB

Kasus Wakil Rakyat Teguh Rahmat Tak Kunjung ke Pengadilan, Kajati Sultra Beri Atensi

9 September 2026 - 16:55 WIB

Lantik Pengurus Kadin Bombana, Supriadi Minta Kadin Jadi Mitra Strategis Pemerintah

9 September 2026 - 13:01 WIB

Sinergi Gubernur Dan Kajati Sultra Percepat Pengamanan Aset Daerah dan Perbaikan Tata Kelola SDA

9 September 2026 - 12:58 WIB

Trending di News