Sekilas.co.id – Penantian panjang masyarakat Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), untuk mencicipi aspal mulus tampaknya segera berakhir. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), turun langsung meninjau “jalur maut” di Desa Puunangga yang selama ini menjadi momok bagi mobilitas warga, Sabtu (2/5).
Tidak sekadar berkunjung, purnawirawan jenderal bintang dua itu membawa titah tegas. Infrastruktur vital tersebut harus tuntas tahun ini tanpa kompromi. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer itu memang sudah lama berada dalam kondisi memprihatinkan. Padahal, jalur ini merupakan urat nadi ekonomi yang menghubungkan sentra produksi pertanian menuju pasar di pusat kabupaten.
Gubernur ASR menegaskan bahwa penanganan di Lalembuu tidak boleh dilakukan setengah hati. Proyek ini didesain sebagai paket komplet yang mencakup peningkatan kualitas badan jalan, pembangunan jembatan, hingga penataan sistem drainase agar jalan tidak cepat rusak akibat genangan air.
“Pekerjaan ini menyangkut akses vital masyarakat. Saya minta Bappeda Sultra mengawal ketat agar seluruh perencanaan dan pelaksanaan tuntas tahun ini juga,” tegas Gubernur di sela-sela peninjauan.
Data di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan jalan di wilayah Konsel sering kali menghambat distribusi hasil bumi seperti kakao dan sawit yang menjadi andalan warga. Jika tidak segera diperbaiki, biaya logistik petani dipastikan membengkak karena waktu tempuh yang melambat drastis akibat lubang-lubang dalam di sepanjang ruas Puunangga.
Menyadari kompleksitas di lapangan, Gubernur mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor yang lebih solid. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Konsel dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra tidak bekerja sendiri-sendiri.
“Kita harus memastikan hasil maksimal dengan kolaborasi antara provinsi, kabupaten, dan balai jalan. Efektivitas waktu adalah kunci agar masyarakat tidak lagi menderita akibat infrastruktur yang tertinggal,” tambahnya.
Peninjauan strategis ini juga didampingi oleh jajaran elit Pemprov Sultra, mulai dari Kepala Dinas Bina Marga, Kepala Bappeda, hingga sejumlah kepala desa di Kecamatan Lalembuu. Kehadiran para kades ini sekaligus menjadi representasi dari keluhan warga yang selama bertahun-tahun merasa dianaktirikan dalam hal pembangunan infrastruktur jalan.
Dengan instruksi “tuntas tahun ini”, bola panas kini berada di tangan dinas teknis dan kontraktor pelaksana. Publik Sultra, khususnya warga Lalembuu, kini menagih bukti nyata agar janji manis pembangunan tidak menguap bersama debu jalanan yang selama ini mereka hirup.











