Sekilas.co.id – Kawasan pedestrian Eks MTQ, yang biasanya riuh oleh langkah kaki dan hilir mudik warga, seketika hening saat sesosok tubuh tak bernyawa ditemukan terbujur kaku. Penemuan jenazah seorang perempuan berinisial Y (45), warga Jalan Sao-Sao, Kelurahan Bende, menyentak kesadaran publik tepat pada pukul 14.30 WITA. Lokasi kejadian yang berada di area strategis—tepat di depan Rumah Makan Sederhana dan ATM Drive Thru BNI—membuat suasana evakuasi menjadi pusat perhatian warga yang melintas.
Kejadian itu bermula dari laporan seorang petugas kebersihan yang terperanjat melihat sosok wanita tergeletak menyamping di atas trotoar. Kabar itu dengan cepat sampai ke telinga petugas Satpol PP yang tengah berjaga, M. Ruslin. Saat dihampiri, tubuh Y sudah tak bergerak.
“Informasi awal dari cleaning service. Kami langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak sadar,” ungkap saksi di lapangan.
Tak butuh waktu lama, deru sirine Polsek Mandonga dan Polresta Kendari memecah ketegangan, disusul pemasangan garis polisi yang membatasi rasa penasaran khalayak. Dipimpin oleh Kanit Pamapta Polresta Kendari IPDA Umahuk, koordinasi cepat dilakukan bersama Tim Inafis dan Dokpol RS Bhayangkara.
Proses evakuasi jenazah Y dilarikan ke RS Bhayangkara untuk membedah penyebab pasti hilangnya nyawa sang wanita paruh baya tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dipimpin oleh dr. Bambang Sukojo dan selesai pada pukul 16.35 WITA, sebuah fakta mulai terkuak. Petugas medis memastikan, idak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.Penyebab kematian diduga kuat akibat overdosis konsumsi obat yang berlebihan.
Meski kepolisian sempat bersiap untuk penyelidikan lebih dalam, pihak keluarga korban memilih jalan keikhlasan. Mereka dengan tegas menolak prosedur autopsi dan hanya mengizinkan visum luar sebagai dasar identifikasi akhir. Bagi keluarga, kematian Y adalah suratan takdir yang meski pahit, harus diterima dengan dada lapang.
Penulis: tim redaksi sekilas.co.id










