Menu

Mode Gelap
 

Hukrim · 9 Mar 2026 17:50 WIB ·

Geger Penemuan Mayat Perempuan di Pelataran Eks MTQ Kendari


Penemuan mayat perempuan inisial Y dikawasan eks MTQ Kendari (foto: Istimewa) Perbesar

Penemuan mayat perempuan inisial Y dikawasan eks MTQ Kendari (foto: Istimewa)

Sekilas.co.id – Kawasan pedestrian Eks MTQ, yang biasanya riuh oleh langkah kaki dan hilir mudik warga, seketika hening saat sesosok tubuh tak bernyawa ditemukan terbujur kaku. Penemuan jenazah seorang perempuan berinisial Y (45), warga Jalan Sao-Sao, Kelurahan Bende, menyentak kesadaran publik tepat pada pukul 14.30 WITA. Lokasi kejadian yang berada di area strategis—tepat di depan Rumah Makan Sederhana dan ATM Drive Thru BNI—membuat suasana evakuasi menjadi pusat perhatian warga yang melintas.

Kejadian itu bermula dari laporan seorang petugas kebersihan yang terperanjat melihat sosok wanita tergeletak menyamping di atas trotoar. Kabar itu dengan cepat sampai ke telinga petugas Satpol PP yang tengah berjaga, M. Ruslin. Saat dihampiri, tubuh Y sudah tak bergerak.

“Informasi awal dari cleaning service. Kami langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak sadar,” ungkap saksi di lapangan.

Tak butuh waktu lama, deru sirine Polsek Mandonga dan Polresta Kendari memecah ketegangan, disusul pemasangan garis polisi yang membatasi rasa penasaran khalayak. Dipimpin oleh Kanit Pamapta Polresta Kendari IPDA Umahuk, koordinasi cepat dilakukan bersama Tim Inafis dan Dokpol RS Bhayangkara.

Proses evakuasi jenazah Y dilarikan ke RS Bhayangkara untuk membedah penyebab pasti hilangnya nyawa sang wanita paruh baya tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dipimpin oleh dr. Bambang Sukojo dan selesai pada pukul 16.35 WITA, sebuah fakta mulai terkuak. Petugas medis memastikan, idak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.Penyebab kematian diduga kuat akibat overdosis konsumsi obat yang berlebihan.

Meski kepolisian sempat bersiap untuk penyelidikan lebih dalam, pihak keluarga korban memilih jalan keikhlasan. Mereka dengan tegas menolak prosedur autopsi dan hanya mengizinkan visum luar sebagai dasar identifikasi akhir. Bagi keluarga, kematian Y adalah suratan takdir yang meski pahit, harus diterima dengan dada lapang.

Penulis: tim redaksi sekilas.co.id

Artikel ini telah dibaca 793 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sultra Dikepung Banjir, 52 Ton Beras dan Ribuan Liter Minyak Goreng Mulai Diguyur Besok

12 May 2026 - 23:08 WIB

Gadaikan Motor Teman demi “Urusan Pribadi”, Dua Mahasiswa dan Satu Pemuda Wolasi Dipolisikan

12 May 2026 - 23:00 WIB

Menagih Janji Asap Pabrik Aspal di Bumi Anoa

7 May 2026 - 21:17 WIB

Gedor Mafia Tanah dan Aset “Bodong”, Gubernur ASR Gandeng KPK-BPN Amankan Marwah Sultra

7 May 2026 - 20:40 WIB

Raport Merah MCSP Membayang, Gubernur ASR dan KPK “Rapatkan Barisan” Bersihkan Birokrasi Sultra

7 May 2026 - 20:37 WIB

Aktivitas Ekonomi Kawasan Bungkutoko Disoal, Masayarakat Menolak Jadi Penonton

6 May 2026 - 12:11 WIB

Trending di News