Sekilas.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menyambut hari jadinya yang ke-62 dengan cara yang berbeda tahun ini. Mengusung tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera”, peringatan tahun ini akan mengolaborasikan gelaran daerah dengan agenda nasional TNI Angkatan Udara (AU).
Pusat perayaan yang bertajuk “Harmoni Sultra 2026” tersebut diputuskan akan dipusatkan di Kota Kendari. Keputusan ini diambil sebagai jalan tengah atas kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Plt Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Ibu Kota Provinsi merupakan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi lintas Dinas Pariwisata pada Januari lalu.
“Secara umum, kabupaten/kota tidak memiliki anggaran yang memadai untuk membiayai pelaksanaan HUT mandiri, sehingga Kota Kendari menjadi lokasi paling ideal di tengah kebijakan efisiensi,” ujar Andi dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).
Sinergi dengan Semarak Dirgantara 2026. Ada yang istimewa dalam perayaan kali ini. Markas Besar TNI AU telah menetapkan Kendari sebagai tuan rumah agenda tahunan “Semarak Dirgantara 2026”. Agenda ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan potensi kedirgantaraan nasional kepada masyarakat luas.
Alih-alih berjalan sendiri-sendiri, Pemprov Sultra dan TNI AU sepakat menyatukan kedua event besar tersebut menjadi satu rangkaian kesatuan. Sinergi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan kemeriahan maksimal dengan biaya yang tetap terkendali.
“Dengan semangat kolaborasi untuk mendukung efisiensi, maka gelaran Harmoni Sultra 2026 dan Semarak Dirgantara 2026 menjadi satu kesatuan rangkaian kegiatan,” lanjut Andi.
Menepis Tambahan Anggaran demi Kesederhanaan. Aspek efisiensi benar-benar menjadi sorotan utama. Awalnya, Dinas Pariwisata Sultra selaku leading sector mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 1,69 miliar dari pagu awal APBD sebesar Rp 1,97 miliar. Jika disetujui, total anggaran semula diproyeksikan mencapai Rp 3,7 miliar.
Namun, permintaan tambahan tersebut resmi ditolak. Pemprov Sultra memilih untuk tetap menggunakan anggaran orisinal sebesar Rp 1,97 miliar dengan mengedepankan semangat kesederhanaan tanpa mengurangi esensi perayaan.
Selain TNI AU, rangkaian HUT Sultra juga akan melibatkan kolaborasi dengan Kemenristekdikti, Bank Indonesia, Bank Sultra, dunia usaha, hingga berbagai komunitas lokal.
Pesta rakyat dari pameran UMKM hingga atraksi Pesawat Tempur. Masyarakat Sulawesi Tenggara dijanjikan suguhan menarik yang beragam, mulai dari sisi budaya hingga teknologi militer. Beberapa agenda yang telah disiapkan antara lain sisi budaya ada Pawai budaya, lulo massal, dan drama musikal kolosal.
Kemudian ada sisi Dirgantara, atraksi flypass pesawat tempur dan demonstrasi terjun bebas dari personel TNI AU akan disajikan. Dan sisi ekonomi, pameran UMKM, festival kuliner, dan penampilan artis nasional.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menekankan bahwa peringatan ini adalah milik masyarakat Sultra sepenuhnya. Ia memberikan instruksi khusus agar perayaan ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi pedagang kecil dan pelaku usaha lokal.
“Ini adalah pesta rakyat. Harus memiliki dampak ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, namun dengan tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, serta memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga sebelum dan sesudah acara,” tegas Andi Sumangerukka.
Perayaan HUT ke-62 Sultra ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi daerah untuk menunjukkan bahwa produktivitas dan kesejahteraan dapat dicapai melalui kolaborasi yang cerdas dan efisien.










