Sekilas.co.id – Dugaan praktik lancung membayangi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Barat (Sulbar). Seorang oknum anggota DPRD Sulawesi Barat berinisial “RIB” dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) atas dugaan suap terkait percepatan operasional dapur program tersebut.
Laporan ini dilayangkan oleh Aliansi Rakyat Bersatu bersamaan dengan aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor DPRD Sulawesi Barat, Rabu (8/4/2026). Massa menuntut transparansi penuh dalam pengusutan dugaan pelanggaran etik ini.
Aliansi Rakyat Bersatu mengeklaim telah mengantongi bukti awal terkait aliran dana sebesar Rp 50 juta. Uang tersebut diduga digunakan sebagai “pelicin” agar dapur MBG yang terafiliasi dengan oknum legislator tersebut dapat beroperasi lebih cepat dari prosedur semestinya.
“Telah kami temukan data dan bukti yang kuat. Oknum DPRD Sulbar diduga melakukan penyuapan agar dapurnya cepat beroperasi, nilainya kurang lebih Rp 50 juta, bahkan bisa lebih,” ujar Ahyar, salah satu peserta aksi dalam orasinya.
Juru bicara Aliansi Rakyat Bersatu, Galang, menambahkan bahwa pihaknya tengah menelusuri jaringan dapur MBG di tiga wilayah, yakni, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar. Galang menegaskan, laporan ke Badan Kehormatan merupakan langkah awal. Aliansi membuka peluang untuk menyeret kasus ini ke ranah pidana jika ditemukan bukti yang cukup kuat di kemudian hari.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Rakyat Bersatu, Hajril Hajura, menyayangkan jika program nasional yang menyasar kesejahteraan masyarakat justru dijadikan ladang keuntungan pribadi. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang yang mencederai kepercayaan konstituen.
“Kami mendesak Badan Kehormatan tidak berhenti pada pemeriksaan administratif. Jika dugaan ini benar dan terbukti, harus ada sanksi tegas, termasuk pemberhentian,” tegas Hajril.
Aksi demonstrasi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian tersebut berjalan kondusif. Namun, tensi politik di internal DPRD Sulbar diprediksi akan memanas seiring masuknya laporan resmi ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Sulawesi Barat maupun anggota berinisial “RIB” yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi atau klarifikasi terkait tudingan suap tersebut.










