Sekilas.co.id – Keberhasilan penyelenggaraan Festival Liangkobori IV disebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis mampu menghadirkan agenda budaya berskala nasional yang berdampak terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, yang menegaskan bahwa kesuksesan festival tidak lahir dari kerja satu pihak, melainkan hasil sinergi berbagai pemangku kepentingan yang dibangun sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Festival Liangkobori IV sendiri menjadi salah satu agenda budaya penting di Kabupaten Muna yang tahun ini mendapat perhatian luas setelah dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, sejumlah pejabat kementerian, serta tokoh-tokoh nasional. Momentum tersebut juga bertepatan dengan meningkatnya perhatian terhadap Situs Liangkobori, yang berdasarkan hasil penelitian terbaru menyimpan lukisan purba berusia sekitar 67.800 tahun, menjadikannya salah satu temuan arkeologi penting dunia.
Didukung APBD dan Berbagai Mitra Strategis
Ridwan menjelaskan, penyelenggaraan Festival Liangkobori IV didukung melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 pada Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara.
Selain pembiayaan melalui APBD, festival juga memperoleh dukungan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka melalui Bank Sultra, Bahteramas, serta Bank Indonesia, khususnya dalam penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pariwisata.
Menurut Ridwan, seluruh dukungan tersebut merupakan hasil koordinasi yang dibangun secara intensif oleh Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara bersama berbagai mitra.
“Dukungan yang diberikan merupakan bagian dari sinergi lintas sektor untuk memperkuat penyelenggaraan festival sebagai agenda strategis pengembangan pariwisata sekaligus pelestarian budaya daerah,” ujar Ridwan.
Kolaborasi Pemerintah hingga Komunitas
Ridwan mengatakan keberhasilan Festival Liangkobori IV tidak terlepas dari kerja sama erat antara Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, Pemerintah Desa Liangkobori, serta dukungan berbagai sponsor dari kalangan BUMN, BUMD, dan mitra swasta yang memiliki perhatian terhadap pengembangan destinasi wisata daerah.
Ia mencontohkan pembangunan pagar permanen di kawasan Situs Liangkobori yang mendapat dukungan dari Bank Indonesia sebagai salah satu hasil kolaborasi lintas lembaga.
Menurutnya, dukungan tersebut lahir melalui berbagai pertemuan dan pembahasan yang dilakukan secara langsung maupun daring hingga akhirnya dapat direalisasikan.
Kehadiran Menteri Disebut Hasil Sinergi
Ridwan juga menegaskan bahwa kehadiran Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta sejumlah pejabat eselon I kementerian merupakan hasil harmonisasi dan komunikasi yang dibangun bersama oleh berbagai pihak.
Ia menyebut keterlibatan Dinas Pariwisata Sultra, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, Pemerintah Desa Liangkobori, panitia pelaksana dari Komunitas Pemuda Liangkobori, serta tokoh nasional asal Sulawesi Tenggara La Ode Syarif menjadi faktor penting dalam menghadirkan pejabat pemerintah pusat pada festival tersebut.
“Kehadiran Menteri, Wakil Menteri, serta sejumlah pejabat Eselon I kementerian merupakan hasil akselerasi dan kontribusi positif dari Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, Dinas Pariwisata Sultra, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, serta dukungan tokoh nasional asal Sulawesi Tenggara, La Ode Syarif, dan Kepala Desa Liangkobori. Sementara pihak lainnya pada dasarnya merupakan tamu yang diundang dalam kegiatan tersebut,” kata Ridwan.
Dalam keterangannya, Ridwan juga menyampaikan penilaiannya bahwa terdapat sejumlah tokoh yang memanfaatkan momentum festival untuk membangun citra pribadi, meskipun menurutnya tidak memberikan kontribusi berarti dalam proses persiapan penyelenggaraan. Pernyataan tersebut merupakan pandangan Kepala Dinas Pariwisata Sultra sebagaimana disampaikan kepada media.
Diharapkan Menjadi Agenda Budaya Unggulan
Ridwan berharap pola kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan sehingga Festival Liangkobori berkembang menjadi agenda budaya unggulan Sulawesi Tenggara yang mampu memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan festival sebagai ruang promosi budaya lokal sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Muna sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Indonesia.
Penyelenggaraan Festival Liangkobori IV juga berlangsung seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan warisan budaya Sulawesi Tenggara, termasuk setelah Menteri Kebudayaan melakukan kunjungan ke Museum Sulawesi Tenggara dan menghadiri rangkaian kegiatan budaya di Kabupaten Muna.











