Sekilas.co.id – La Ane, 74, warga Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, lolos dari serangan buaya setelah terlibat perlawanan jarak dekat dengan predator tersebut di Sungai Kambara, Jumat (7/8/2026).
Dalam kondisi terdesak, La Ane nekat mencolok mata buaya menggunakan jarinya. Perlawanan itu membuat buaya melepaskan gigitan sebelum korban berenang menuju tepian. Namun, serangan tersebut menyebabkan kaki kanan La Ane mengalami luka parah hingga nyaris putus.
Kapolsek Tiworo Kepulauan, Ipda Baharuddin, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan serangan terjadi ketika korban hendak mandi di sungai yang berada tepat di belakang rumahnya. “Dia pergi mandi di sungai. Pada saat mandi, tiba-tiba lututnya digigit buaya,” kata Baharuddin.
Menurut Baharuddin, buaya tersebut tidak hanya menggigit lutut korban. Predator itu juga menyeret tubuh La Ane sekitar 10 meter menuju bagian sungai yang lebih dalam. Serangan berlangsung cepat. La Ane yang tiba-tiba diterkam harus berhadapan langsung dengan buaya di dalam air.
Dalam kondisi kritis, korban berusaha mempertahankan kesadarannya. Ketika tubuhnya diseret menuju bagian sungai yang lebih dalam, La Ane melakukan perlawanan dengan tenaga yang tersisa. Ia kemudian mencolok mata buaya menggunakan jarinya.
Perlawanan tersebut membuat buaya kesakitan dan melepaskan cengkeramannya. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan La Ane untuk berenang menuju tepian sungai sambil berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan korban kemudian memberikan pertolongan awal sebelum La Ane dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan La Ane dalam kondisi lemas setelah berhasil diselamatkan. Ia terlihat duduk di atas kursi plastik dengan mengenakan kemeja batik berwarna emas-putih dan celana pendek. Luka terbuka terlihat cukup parah pada bagian lutut hingga kaki kanannya. Darah bahkan tampak menggenang di lantai semen tempat korban memperoleh pertolongan awal.
Yang membuat kejadian tersebut semakin mengkhawatirkan, serangan buaya yang dialami La Ane disebut bukan kali pertama.
Warga setempat menyebut La Ane sebelumnya juga pernah berhadapan dengan buaya di aliran perairan yang sama dan berhasil selamat.
Kini, pria berusia 74 tahun itu kembali lolos dari maut setelah menghadapi predator sungai tersebut dari jarak dekat. Namun, keberhasilan menyelamatkan diri harus dibayar dengan luka serius pada kaki kanannya. Sungai Kambara sendiri berada di wilayah Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat. Data resmi daerah menunjukkan Kecamatan Tiworo Kepulauan merupakan salah satu wilayah administratif di Kabupaten Muna Barat.
Peristiwa La Ane menjadi pengingat bahwa aktivitas warga di sekitar sungai yang menjadi habitat satwa liar memiliki risiko keselamatan yang tidak dapat diabaikan. Dalam kasus ini, keselamatan korban akhirnya ditentukan oleh keberaniannya melakukan perlawanan pada detik-detik kritis.
La Ane selamat. Buayanya melepaskan gigitan. Tetapi Sungai Kambara kembali menyisakan peringatan: alam yang tampak biasa saja bisa berubah menjadi arena pertarungan hidup dan mati dalam hitungan detik.






