Sekilas.co.id — Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Kendari sukses melangsungkan Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Angkatan ke-VIII. Agenda tahunan yang diikuti puluhan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kendari ini digelar sebagai kawah candradimuka untuk mencetak kader kritis, progresif, dan berintegritas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tahapan penyeleksian ketat pada 27 Juli 2026, lalu dilanjutkan dengan forum pematerian intensif selama dua hari pada 28–29 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, para calon anggota digembleng dengan sederet materi krusial. Mulai dari sejarah dan nilai dasar organisasi PERMAHI, kepemimpinan, strategi advokasi hukum, hingga pembahasan mendalam mengenai peran taktis mahasiswa hukum di tengah dinamika masyarakat.
Ketua DPC PERMAHI Kendari, L.M. Nadin Al Jisri, menegaskan bahwa Maperca memiliki kedudukan strategis dan bukan sekadar rutinitas seremonial pergantian anggota.
“MAPERCA bukan hanya sekadar proses pengenalan organisasi, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk kader-kader hukum yang memiliki integritas, intelektualitas, serta komitmen dalam memperjuangkan keadilan dan supremasi hukum,” ujar Nadin dalam keterangannya, Selasa (29/7).
Nadin turut memberi apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana dan seluruh peserta yang menunjukkan komitmen kuat selama agenda berlangsung.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Maperca Angkatan VIII, Gilmar Ilmiawan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi seluruh pihak yang menyukseskan gelaran ini. Menurutnya, respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta menjadi kunci kelancaran acara hingga rampung.
“Keberhasilan MAPERCA Angkatan ke-VIII merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh panitia serta antusiasme para peserta,” tutur Gilmar.
Melalui selesainya Maperca Angkatan ke-VIII ini, DPC PERMAHI Kendari menaruh harapan besar agar para calon anggota mampu mengilhami dan mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan serta advokasi hukum, baik dalam lingkup akademik maupun kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian kegiatan resmi ditutup dengan sesi foto bersama antara pengurus, panitia, dan seluruh peserta sebagai penanda dimulainya langkah awal para calon kader dalam mengawal supremasi hukum di Indonesia.
Penulis: Artha Kusuma






