Sekilas.co.id – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) mencatat capaian beruntun di tingkat nasional. Dalam rentang lebih dari sepekan, bank pembangunan daerah itu memborong tiga penghargaan nasional yang mengapresiasi kinerja, tata kelola, serta kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis.
Penghargaan ketiga sekaligus menjadi puncak rangkaian apresiasi tersebut diraih dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Sebelumnya, Bank Sultra meraih 7th Top Bank Awards 2026 dari The Iconomics pada 25 Juni dan Indonesia Best Bank Awards 2026 dari Warta Ekonomi pada 30 Juni 2026. Rangkaian capaian itu juga dikonfirmasi melalui publikasi resmi Bank Sultra dan ANTARA Sulawesi Tenggara.
Rentetan penghargaan tersebut menjadi catatan penting bagi Bank Sultra. Sebab, pengakuan datang dari tiga penyelenggara penghargaan berbeda dalam waktu relatif berdekatan, sekaligus menempatkan kinerja bank daerah asal Sultra itu dalam radar industri perbankan nasional.
Tiga penghargaan dalam waktu berdekatan
BIA 2026 mengusung tema “Where Growth Meets Strength”. Dalam ajang tersebut, Bisnis Indonesia Group memberikan penghargaan kepada 60 perusahaan dan satu pemimpin korporasi yang dinilai mampu mempertahankan kekuatan fundamental bisnis di tengah dinamika perekonomian.
Capaian itu melengkapi penghargaan yang diterima Bank Sultra sebelumnya.
Pada 25 Juni 2026, Bank Sultra meraih penghargaan 7th Top Bank Awards 2026 dari The Iconomics dalam kategori Total Capital < Rp3 Triliun. Sementara pada 30 Juni 2026, Bank Sultra kembali memperoleh Indonesia Best Bank Awards 2026 dari Warta Ekonomi untuk kategori KBMI 1. Data penghargaan tersebut juga tercantum dalam laman resmi Bank Sultra.
Dengan demikian, tiga penghargaan tersebut tidak berdiri sendiri. Ketiganya menjadi rangkaian apresiasi terhadap kinerja Bank Sultra sepanjang 2025, terutama dalam menjaga fundamental bisnis, tata kelola, dan inovasi di tengah perubahan industri perbankan.
OJK: Pertumbuhan tak cukup hanya mengejar laba
Pencapaian Bank Sultra tersebut berlangsung di tengah pesan penting regulator mengenai arah pertumbuhan industri keuangan.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, yang hadir sebagai keynote speaker dalam BIA 2026, menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak cukup diukur dari tingginya pertumbuhan bisnis maupun laba jangka pendek.
Menurut Friderica, pertumbuhan harus berjalan bersama tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko yang memadai, serta keberlanjutan usaha.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi Bank Sultra. Sebab, tantangan bank pembangunan daerah bukan sekadar memperbesar bisnis, tetapi juga memastikan ekspansi tetap sehat, risiko terkendali, dan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan masyarakat daerah.
Andri: Penghargaan menjadi booster sekaligus tanggung jawab
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyebut rangkaian penghargaan tersebut sebagai bentuk kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap strategi dan tata kelola perseroan.
“Apresiasi ini menjadi booster sekaligus tanggung jawab besar. Ini membuktikan strategi ekspansi dan digitalisasi kami sudah berada di jalur yang tepat (on the right track) untuk terus mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan kompetitif,” ujar Andri.
Ia menilai adaptasi dan inovasi menjadi bagian penting dalam mempertahankan pertumbuhan Bank Sultra. Salah satu fokus yang kini diperkuat adalah akselerasi digital, termasuk peningkatan keandalan layanan mobile banking, efisiensi proses internal, serta pengembangan produk pembiayaan yang lebih fleksibel untuk sektor produktif lokal.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi Bank Sultra tidak hanya diarahkan pada pencapaian indikator bisnis, tetapi juga pada perubahan pola layanan mengikuti kebutuhan nasabah.
Digitalisasi dan UMKM menjadi agenda berikutnya
Setelah mendapatkan pengakuan nasional, Bank Sultra menghadapi pekerjaan berikutnya: menjaga agar penghargaan tidak berhenti sebagai simbol pencapaian.
Andri menegaskan perseroan akan memperkuat peran sebagai motor penggerak ekonomi Sulawesi Tenggara melalui digitalisasi ekosistem keuangan daerah dan perluasan pembiayaan bagi UMKM.
“Kami berkomitmen mendorong digitalisasi ekosistem keuangan daerah dan memperluas pembiayaan UMKM. Kami ingin memastikan bahwa setiap pertumbuhan bisnis yang diraih Bank Sultra dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat menuju perekonomian daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Arah tersebut menjadi penting karena posisi Bank Sultra sebagai bank pembangunan daerah memiliki konsekuensi lebih luas dibanding sekadar mengejar pertumbuhan komersial. Bank dituntut mampu menjalankan fungsi bisnis sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Hattrick yang membawa konsekuensi
Tiga penghargaan nasional dalam rentang lebih dari sepekan memang menjadi capaian yang patut dicatat. Namun, penghargaan sekaligus membawa konsekuensi berupa tuntutan untuk mempertahankan standar kinerja yang telah mendapatkan pengakuan.
Di satu sisi, capaian tersebut memperkuat reputasi Bank Sultra. Di sisi lain, publik akan menunggu apakah penghargaan itu dapat diterjemahkan menjadi layanan yang semakin baik, akses pembiayaan yang semakin luas, transformasi digital yang semakin andal, serta kontribusi yang semakin nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Pada titik itulah penghargaan memperoleh makna yang lebih substansial. Bukan sekadar tiga trofi dalam sepekan lebih, melainkan ujian apakah kinerja yang diakui di tingkat nasional mampu terus dijaga dan dikonversi menjadi manfaat ekonomi bagi daerah.
Dengan fondasi tata kelola, manajemen risiko, inovasi, dan digitalisasi yang terus diperkuat, Bank Sultra kini memiliki modal reputasi untuk melangkah ke tahap berikutnya: membuktikan bahwa bank daerah juga mampu bersaing di level nasional sekaligus tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat daerah.






