Sekilas.co.id – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp200 juta untuk membantu biaya pendidikan 80 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara (UMKOTA).
Bantuan melalui program Kemitraan Maju Bersama itu diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia (HANI) dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang dipusatkan di Lapangan Aspirasi, Kolaka Utara, Senin (29/6/2026). Secara simbolis, bantuan diserahkan Kepala Bank Sultra Cabang Lasusua, Ernawati, kepada Wakil Bupati Kolaka Utara H. Jumarding, SE.
Program tersebut diarahkan untuk membebaskan biaya SPP selama satu semester. Masing-masing mahasiswa memperoleh bantuan Rp2,5 juta, dengan penerima diprioritaskan dari kelompok yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan, termasuk anak guru, tenaga honorer yang melanjutkan studi, serta mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dari 80 penerima, sebanyak 57 mahasiswa berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 22 mahasiswa dari Pendidikan Jasmani, dan satu mahasiswa dari Program Studi Teknik Komputer.
Pendidikan sebagai investasi daerah
Wakil Bupati Kolaka Utara H. Jumarding menilai program tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi perbankan daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, bantuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dana yang dihimpun Bank Sultra dari masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya melalui program yang menyentuh kebutuhan pendidikan.
“Harapan kita, mudah-mudahan dengan dukungan pemerintah kepada Bank Sultra, bank ini semakin berkembang, terutama melalui kepercayaan masyarakat untuk menabung. Dana yang dihimpun itu kemudian kembali disalurkan untuk membantu kelangsungan pendidikan anak-anak kita,” ujar Jumarding.
Dukungan pembiayaan pendidikan menjadi penting bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Beban SPP yang ditanggung melalui program CSR setidaknya memberi ruang bagi penerima bantuan untuk mempertahankan keberlanjutan studinya.
Di sisi lain, program tersebut menempatkan Bank Sultra tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar mengatakan pendidikan merupakan salah satu investasi penting bagi masa depan daerah.
“Investasi terbaik untuk masa depan daerah adalah melalui pendidikan. Bank Sultra berkomitmen penuh untuk hadir dan berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.”
Andri berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa UMKOTA sekaligus mendorong mereka terus berprestasi, baik secara akademik maupun nonakademik. Pernyataan tersebut juga dimuat dalam publikasi resmi Bank Sultra.
HANI dan Harganas Jadi Momentum Penguatan Generasi
Pemilihan momentum HANI dan Harganas memberikan dimensi lain dalam penyaluran bantuan tersebut. Pendidikan ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk membangun generasi muda yang produktif sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Bank Sultra bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap dukungan pendidikan tersebut dapat membantu mahasiswa tetap berada dalam lingkungan aktivitas akademik yang positif dan produktif.
Dengan demikian, pesan yang dibangun tidak berhenti pada bantuan biaya kuliah. Pendidikan dipandang sebagai bagian dari investasi sosial untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan daya saing.
Program tersebut sekaligus mempertemukan tiga unsur dalam satu kepentingan: perbankan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Bank Sultra menghadirkan dukungan pembiayaan, pemerintah daerah memberikan dukungan kebijakan, sedangkan UMKOTA menjadi ruang pengembangan sumber daya manusia.
Pola kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih panjang dibandingkan sekadar bantuan sesaat.
Dari CSR menuju manfaat berkelanjutan
Penyaluran Rp200 juta untuk 80 mahasiswa menjadi bagian dari komitmen Bank Sultra dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan.
Publikasi resmi Bank Sultra menyebut Program Kemitraan Maju Bersama sebagai bagian dari program CSR perusahaan, termasuk di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, kebencanaan, lingkungan hidup, pengembangan UMKM, dan edukasi perbankan.
Karena itu, ukuran keberhasilan program semestinya tidak hanya dilihat dari besarnya dana yang disalurkan. Lebih jauh, keberhasilan dapat dilihat dari apakah bantuan tersebut mampu menjaga keberlanjutan pendidikan penerima dan pada akhirnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Bagi 80 mahasiswa UMKOTA, bantuan Rp2,5 juta bukan sekadar angka dalam laporan CSR. Dana tersebut berarti satu semester pendidikan yang lebih ringan.
Bagi Kolaka Utara, program itu menjadi contoh bagaimana aktivitas bisnis dan tanggung jawab sosial dapat dipertemukan dalam satu kepentingan: memastikan anak daerah tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan daerah.






