Menu

Mode Gelap
 

Hukrim · 16 May 2026 10:06 WIB ·

Wanita Asal Kaltara Disekap di Makassar, Polisi Buru Pelaku


Ilustrasi penyekapan perempuan Perbesar

Ilustrasi penyekapan perempuan

Sekilas.co.id – Tim Satuan Reskrim Polsek Tamalate terus memburu FR (30), terduga pelaku penyekapan terhadap seorang perempuan berinisial MA (21), warga asal Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Korban diduga disekap selama tiga hari di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Unit Satuan Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latief, mengatakan selama dalam penyekapan korban juga diduga mengalami kekerasan seksual. “Terduga pelaku adalah pria inisial FR (30) dan selama disekap, MA diduga jadi korban kekerasan seksual,” kata Abdul Latief dilansir dari Antara, Jumat (15/5).

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan sekaligus memburu keberadaan pelaku yang melarikan diri usai kasus tersebut terbongkar.

Peristiwa itu bermula ketika korban menerima tawaran pekerjaan sebagai perawat bayi melalui media sosial Facebook. Setelah lamarannya diterima, korban diminta datang ke Makassar untuk menjalani wawancara kerja di rumah kontrakan pelaku yang berada di kawasan perumahan Jalan Metro Tanjung Bunga.

Korban tiba di Makassar pada Jumat (8/5) dan langsung menuju alamat yang diberikan pelaku. Namun setibanya di lokasi, korban mulai merasa curiga karena rumah tersebut tampak kosong tanpa aktivitas lain. Meski demikian, korban tetap dibujuk masuk dengan alasan proses wawancara akan segera dilakukan. Korban kemudian diminta menginap dengan dalih kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.

Kecurigaan korban akhirnya terbukti. Pelaku mulai menunjukkan gelagat mencurigakan hingga diduga melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap korban. Selama berada di dalam rumah, pintu kontrakan selalu dalam keadaan terkunci. Penyekapan itu berlangsung sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5).

Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah pemilik rumah kontrakan datang untuk menyampaikan masa sewa rumah telah habis. Saat memeriksa rumahnya, pemilik kontrakan terkejut mendapati seorang perempuan muda dalam kondisi lemas dengan tangan terikat.

“Korban bisa keluar setelah pemilik rumah datang memeriksa rumahnya. Saat itu, pintu diketuk dan muncul korban, sementara pelaku sudah melarikan diri. Korban ditemukan dalam keadaan tangan terikat lalu dibawa keluar rumah,” jelas Abdul Latief.

Setelah mendengar penjelasan korban yang diketahui berstatus mahasiswi, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Dari video yang beredar di media sosial, korban terlihat mengenakan pakaian hitam dan duduk lemas di depan rumah dengan tangan masih terikat tali sebelum akhirnya dibantu warga untuk dilepaskan.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan korban ke kantor polisi guna penanganan lebih lanjut. Saat ini korban mendapat pendampingan dari Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

Sementara itu, Zainal Arifin Paliwang yang sedang berada di Makassar turut menjenguk korban untuk memastikan kondisi psikologisnya pascakejadian yang menimbulkan trauma mendalam.

Ia meminta Polda Sulawesi Selatan segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku yang dinilai telah melakukan tindakan keji dengan modus pemberi kerja.

“Kami mohon bapak Kapolda Sulawesi Selatan betul-betul fokus menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas. Saya dapat informasi pelaku ini residivis, motor yang digunakan juga diduga hasil kejahatan. Mohon bantuan masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersama-sama Polda maupun Polrestabes menangkap pelaku,” ujar Zainal kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar.

Selain meminta penegakan hukum maksimal, Zainal juga menekankan pentingnya perlindungan dan pemulihan trauma terhadap korban, termasuk pendampingan psikologis setelah mengalami kekerasan, penyekapan, hingga dugaan kekerasan seksual.

Penulis: tim redaksi sekilas.co.id 

Artikel ini telah dibaca 1333 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

16 May 2026 - 09:55 WIB

Nasib PPPK Dipertaruhkan di Jakarta

16 May 2026 - 09:20 WIB

200 Ribu Anak Terpapar Judol, Pemerintah Bunyikan Alarm Bahaya

16 May 2026 - 09:11 WIB

Festival Wawonii 2026 Resmi Digelar, UMKM Jadi Penggerak Ekonomi

15 May 2026 - 22:21 WIB

UHO Tembus Ranking Asia, Kukuhkan Daya Saing Global

15 May 2026 - 22:14 WIB

Menjaga “Lampu” Sejarah: Refleksi Gelar Bangsawan di Era Meritokrasi

15 May 2026 - 22:06 WIB

Trending di News