Sekilas.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan resmi membuka Festival Pulau Wawonii 2026 bertajuk Wonderful Wawonii di pelataran TPI Langara, Kamis (14/5/2026). Pembukaan festival berlangsung meriah namun tetap khidmat, ditandai dengan penampilan tarian tradisional khas Wawonii, Kamori-Mori, yang memukau tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Festival bertema “Wonderful Wawonii, Keajaiban Pulau Wawonii untuk Kesejahteraan Masyarakat” itu masuk dalam kalender event pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara dan akan berlangsung selama 14 hingga 24 Mei 2026.
Bupati Konawe Kepulauan, Rifqi Saifullah Razak, menegaskan bahwa Festival Pulau Wawonii bukan sekadar agenda hiburan ataupun seremoni budaya semata. Lebih dari itu, festival tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
Menurut Rifqi, Pulau Wawonii memiliki kekuatan besar yang tidak dimiliki banyak daerah lain, mulai dari panorama alam, budaya yang khas, hingga masyarakat yang tetap menjaga adat istiadat dan nilai religius di tengah perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini tentu ada dampak terhadap perputaran ekonomi di Kabupaten Konawe Kepulauan. UMKM yang berpartisipasi bukan hanya dari Kendari, tetapi juga didominasi pelaku UMKM lokal Wawonii,” ujarnya.
Ia menekankan, pelaku UMKM harus menjadi ujung tombak dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui berbagai kegiatan festival yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Yang kita inginkan, Festival Budaya Pulau Wawonii benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Wawonii,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Pulau Wawonii, Safiudin Alibas, menjelaskan bahwa festival tersebut menjadi wadah promosi potensi daerah, baik di sektor pariwisata, budaya, maupun ekonomi kreatif masyarakat.
Berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan festival tersebut. Di antaranya Kirab Budaya yang akan diisi parade Kalapaea, parade paguyuban, khatam Al-Qur’an, Kontau, hingga Tapak Tenun pada 20 Mei 2026.
Tak hanya itu, Festival Bahari juga akan digelar pada 15 hingga 17 Mei 2026 dengan menghadirkan sejumlah tradisi masyarakat pesisir seperti Mekoloro atau mancing, Humulu atau menyulu, serta Me Oti-Oto yang merupakan tradisi mencari meti-meti.
Festival semakin semarak dengan gelar UMKM, ekspose desa, Wonderful Wawonii Run, lomba video pendek dan fotografi, hingga permainan tradisional seperti Langgoa, Bangkalenggo, Mepasi, Maningkau, Mekengke, dan Hadang.
Pembukaan Festival Pulau Wawonii 2026 turut dihadiri Wakil Bupati Konkep Muhamad Farid, Ketua DPRD Konkep, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Konkep, tokoh adat Wawonii, serta masyarakat umum yang memadati lokasi kegiatan.











