Sekilas.co.id – Langkah besar menuju transformasi digital keuangan daerah kembali dipacu di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra atau Bank Sultra resmi memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Kamis (2/4).
Bertempat di Tower Bank Sultra, kesepakatan penting ini diteken langsung oleh Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, bersama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Kerja sama ini menjadi “karpet merah” bagi integrasi teknologi perbankan dalam sistem pemungutan pajak, retribusi, hingga pengelolaan dana daerah yang lebih transparan.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah perwujudan komitmen bank daerah dalam menghadirkan tata kelola keuangan yang akuntabel.
“Ini adalah wujud komitmen bersama untuk menghadirkan layanan keuangan modern. Kami fokus pada optimalisasi penerimaan daerah melalui teknologi digital, seperti pemanfaatan QRIS dan kanal pembayaran daring lainnya agar lebih efektif dan efisien,” ujar Andri di sela acara.
Inovasi Digital Dongkrak PAD 19,28 Persen
Efektivitas digitalisasi perbankan bukan sekadar wacana. Hal ini dibuktikan dengan lonjakan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari. Wali Kota Siska Karina Imran membeberkan data impresif: pada tahun 2024, PAD Kendari tercatat sebesar Rp 343,3 miliar. Angka ini melesat tajam menjadi Rp 409,5 miliar pada tahun 2025.
Artinya, terjadi pertumbuhan sebesar 19,28 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun. Siska mengakui bahwa peran sistem perbankan yang disediakan Bank Sultra menjadi faktor kunci di balik kesuksesan tersebut.
“Peningkatan ini tentu tidak terlepas dari dukungan sistem digitalisasi transaksi yang disediakan Bank Sultra. Kolaborasi ini memudahkan masyarakat bertransaksi secara cepat, aman, dan efisien, yang pada akhirnya mendongkrak pendapatan daerah kita,” ungkap Siska Karina Imran.
Menuju Ekosistem Ekonomi Inklusif
Selain urusan pajak dan retribusi, ruang lingkup PKS ini juga mencakup penempatan dana pemerintah daerah yang lebih produktif dan aman. Bank Sultra berkomitmen menjadi motor penggerak percepatan transformasi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Lulo.
Andri menambahkan, ke depan pihaknya akan terus berinovasi agar Bank Sultra tetap menjadi bank kebanggaan daerah yang mampu bersaing di era inklusi keuangan. Sementara itu, Pemkot Kendari mengajak masyarakat untuk semakin aktif menggunakan layanan bank daerah guna mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan ditekennya MoU dan PKS ini, sinergi antara bank dan pemerintah diharapkan menciptakan ekosistem keuangan yang bebas dari celah kebocoran, transparan, dan sepenuhnya berbasis digital untuk mewujudkan Kendari yang lebih berdaya saing.






