Menu

Mode Gelap
 

News · 26 Dec 2025 15:09 WIB ·

2026 UMP Sultra Naik, ASR Harap Daya Beli Terjaga


2026 UMP Sultra Naik, ASR Harap Daya Beli Terjaga Perbesar

Sekilas.co.id – Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026 sebesar naik 7,58 persen. Atau naik Rp 232.944,48 menjadi Rp 3.306.496,18, dimana sebelumnya tahun 2025, UMP Sultra sebesar Rp 3.073.551,70

Kenaikan UMP itu tertuang daam Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 110.3.3.1/581 tertanggal 24 Desember 2025. Naiknya UMP, diharapkan Gubernur Andi Sumangerukka dapat menjaga daya beli pekerja di tengah dinamika ekonomi, sekaligus tetap memperhatikan keberlangsungan dunia usaha.

“Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pekerja, tanpa menghambat daya saing perusahaan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah tetap dapat terjaga,” ujar Gubernur.

Diketahui kenaikan UMP tersebut merupakan hasil pembahasan Dewan Pengupahan Provinsi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, pengusaha, dan serikat pekerja. Selain UMP, Pemerintah Provinsi Sultra juga menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) untuk dua sektor unggulan, yakni pertambangan dan penggalian serta sektor konstruksi.

Untuk sektor pertambangan dan penggalian, UMSP Sultra 2026 ditetapkan sebesar Rp 3.373.843,20, meningkat 8,14 persen atau Rp 253.843,20 dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3.120.000. Sementara itu, UMSP sektor konstruksi ditetapkan sebesar Rp 3.437.546,64, naik 7,02 persen atau Rp 225.546,64 dari tahun 2025 yang sebesar Rp 3.212.000.

Penetapan upah sektoral tersebut mempertimbangkan karakteristik industri, tingkat risiko kerja, serta beban kerja di masing-masing sektor. Gubernur Sultra yang karib dengan akronim ASR menegaskan bahwa upah minimum yang ditetapkan berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Adapun bagi pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, perusahaan diwajibkan menerapkan struktur dan skala upah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. UMP Sultra 2026 mulai berlaku pada 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Sultra diwajibkan menyesuaikan pembayaran upah sesuai dengan besaran yang telah ditetapkan.

“Saya mengimbau seluruh perusahaan agar mematuhi ketentuan pembayaran upah minimum. Kepatuhan ini penting untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis serta melindungi hak-hak pekerja. Pemerintah daerah akan melakukan pengawasan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Sultra juga telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) untuk Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Kolaka, dan Kota Kendari. Dengan penetapan tersebut, ketentuan upah minimum yang berlaku adalah sesuai dengan wilayah masing-masing.

UMK Kabupaten Konawe Utara ditetapkan sebesar Rp 3.510.505,70, UMK Kabupaten Kolaka sebesar Rp 3.688.130,26, dan UMK Kota Kendari sebesar Rp 3.516.070,42. Sementara UMSK sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Kolaka ditetapkan sebesar Rp 3.713.476,49, serta UMSK sektor konstruksi sebesar Rp 3.844.359,65.

Penulis: yogi nebansi

Artikel ini telah dibaca 978 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tertibkan Aset Ummusshabri, Bukti ASR Lindungi Pendidikan Sultra: Aset Aman, Sekolah Tetap Jalan

11 September 2026 - 16:16 WIB

Maling Nikel, PT Ceria Nugraha Indotama Didesak Angkat Kaki dari Bumi Anoa

10 September 2026 - 08:41 WIB

Kasus Ekspor Nikel Ilegal PT Ceria Nugraha Indotama, Kejagung Tancap Gas

9 September 2026 - 17:53 WIB

Kasus Wakil Rakyat Teguh Rahmat Tak Kunjung ke Pengadilan, Kajati Sultra Beri Atensi

9 September 2026 - 16:55 WIB

Lantik Pengurus Kadin Bombana, Supriadi Minta Kadin Jadi Mitra Strategis Pemerintah

9 September 2026 - 13:01 WIB

Sinergi Gubernur Dan Kajati Sultra Percepat Pengamanan Aset Daerah dan Perbaikan Tata Kelola SDA

9 September 2026 - 12:58 WIB

Trending di News