Sekilas.co.id – Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tutup dengan kinerja ciamik. Target pembangunan infrastruktur baik jalan, irigasi dan perlindungan pantai berhasil ditunaikan.
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, menyampaikan bahwa seluruh target utama tahun ini telah diselesaikan sesuai perencanaan. Target pembangunan jalan sekitar 40 sampai 50 kilometer pun berhasil diwujudkan.
“Per hari ini, Alhamdulillah dari sisi jalan kita menyelesaikan sekitar 13 ruas jalan, dan semuanya telah rampung secara konstruksi. Target panjang jalan tahun ini sekitar 40 sampai 50 kilometer, dan itu sudah selesai seluruhnya,” ujar Pahri Yamsul dalam refleksi akhir tahun, Rabu 24 Desember 2025.
Meski konstruksi telah rampung, sebagian ruas jalan saat ini masih dalam tahap uji fungsi untuk memastikan kualitas dan daya tahan. Pahri menjelaskan, sejumlah ruas sudah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO), sementara sisanya menunggu hasil pengujian teknis.
“Yang belum PHO tinggal satu ruas di Kolaka Timur. Kita menunggu hasil uji frekuensi terlebih dahulu. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ke depan tidak ada masalah,” jelasnya.
Irigasi dan Pantai Tuntas, Siap Dukung Ketahanan Pangan
Selain jalan, sektor irigasi juga menjadi perhatian utama. Pahri menegaskan bahwa seluruh proyek irigasi strategis tahun 2025 telah diselesaikan, di antaranya di Roraya, Tamboli, dan Wonco.
“Irigasi sudah selesai semua dan sudah berfungsi. Harapannya pada musim tanam ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani,” katanya.
Untuk menjamin distribusi air berjalan optimal, Dinas SDA dan Bina Marga Sultra juga telah menyiapkan tenaga ahli penjaga pintu air di setiap lokasi irigasi.
“Kita siapkan SDM teknis agar pembagian air benar-benar sesuai kebutuhan petani,” tambahnya.
Tak hanya itu, penanganan kawasan pantai juga dilaporkan telah rampung. Secara keseluruhan, Pahri menegaskan bahwa program SDA dan Bina Marga Sultra tahun anggaran 2025 tuntas 100 persen.
Memasuki tahun 2026, Dinas SDA dan Bina Marga Sultra akan kembali memfokuskan program pada peningkatan konektivitas dan pemerataan infrastruktur, sejalan dengan visi dan arahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR).
“Program utama kita tetap jalan mulus antarwilayah. Itu menjadi visi besar Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan kita laksanakan secara konsisten,” tegas Pahri.
“Itu semua sudah kita programkan. Secara teknis, lokasi juga sudah siap dan bisa mulai dikerjakan sejak Januari,” ungkapnya.
Sinergi dengan Pusat dan Balai Wilayah Sungai
Untuk sektor irigasi dan sungai, Dinas SDA dan Bina Marga Sultra telah menjalin koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Beberapa program irigasi diusulkan agar ditangani langsung oleh BWS melalui pendanaan pusat.
“Kita usulkan agar program irigasi tertentu diserahkan ke Balai Wilayah Sungai. Mereka tentu akan mengevaluasi sesuai kriteria. Yang tidak terakomodir oleh pusat, itu yang kita kerjakan di provinsi,” jelas Pahri.
Ia juga mengungkapkan adanya peluang bantuan pusat untuk pembangunan jalan daerah, menyusul penghargaan yang diterima Gubernur Sultra terkait komitmen tinggi terhadap pembangunan dan pemeliharaan jalan.
“Ada program investasi jalan daerah dari Kementerian PUPR. Ini berbasis usulan daerah, dan kita sudah memenuhi seluruh kriteria. Pak Gubernur juga sudah sepakat dengan Pak Menteri PUPR,” katanya.
Program tersebut akan menyasar daerah-daerah yang selama ini minim sentuhan pembangunan, termasuk beberapa wilayah di Kolaka Utara dan kawasan terpencil lainnya, di luar target jalan provinsi sekitar 30 kilometer.
Siap Jalan Awal Tahun, Data dan Teknis Aman
Menutup pernyataannya, Pahri memastikan bahwa dari sisi teknis dan administrasi, pihaknya siap menjalankan program 2026 sejak awal tahun.
“Kita sudah punya bank data. Tinggal verifikasi lapangan untuk memastikan akurasi. Sampai hari ini tidak ada kendala signifikan, baik dari sisi teknis maupun sarana pendukung,” pungkasnya.
Penulis: yogi nebansi










