Sekilas.co.id – Janji Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) dalam menghadirkan pasar ikan yang higienis dan representatif segera terwujud. Komitmen tersebut pun diperkirakan akan tertunaikan pada 23 Desember mendatang.
Revitalisasi tahap dua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodohoa, Kota Kendari, kini mencapai persentase 93 persen. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Cipta Karya dan Bina Konstruksi, Efendi Patulak. Menurutnya, kondisi pasar yang sebelumnya terkesan kumuh kini mulai berubah menjadi lebih bersih, tertata, dan layak bagi pedagang maupun pengunjung.
“Untuk progres TPI Sodohoa, kita sudah lihat bersama-sama bahwa seluruh gedung sudah selesai atap, plafon, dinding, serta pintu dan jendela. Saat ini tinggal menyelesaikan pekerjaan lantai dan finishing cat. Posisi kita sudah di angka 93 persen lebih, dan target kami 23 Desember sudah selesai karena tinggal pemasangan tegel,” ungkapnya usai mengunjungi lokasi revitalisasi TPI Sodoha, Selasa (16/12/2025).
Ia menambahkan, pada tahap dua ini pemerintah membangun lima gedung baru. Sementara gedung lama, termasuk yang sempat terdampak kebakaran, telah dibongkar. Lima gedung tersebut terdiri atas satu gedung tempat pelelangan ikan, satu gedung kulsorek, serta tiga gedung koperasi nelayan.
Pemerintah Provinsi Sultra menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung dan siap diresmikan langsung oleh Gubernur Sultra pada pekan ketiga Desember 2025.
“Total anggaran tahap dua sebesar Rp6,1 miliar untuk pembangunan gedung dan Rp800 juta untuk pembangunan pagar” jelasnya.
Sebelumnya, melalui APBD Induk 2025, Dinas Cipta Karya juga telah menuntaskan revitalisasi tahap pertama TPI Sodohoa. Pekerjaan tersebut meliputi peningkatan sarana dan prasarana, seperti penyediaan meja jualan berbahan granit, tempat sampah yang memadai, serta sistem kebersihan terintegrasi. Dengan penataan tersebut, kapasitas meja jualan kini mampu menampung lebih dari 100 pedagang.
Pemerintah Provinsi Sultra berharap revitalisasi TPI Sodohoa dapat menjadikannya sebagai pusat perdagangan ikan yang nyaman, modern, dan higienis, sekaligus mendorong penguatan sektor perikanan lokal serta meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
Penulis: yogi nebansi










