Menu

Mode Gelap
 

News · 10 Jul 2026 08:43 WIB ·

Sistem Pengamanan Dinilai Lumpuh Total, Aktivis Desak Copot Kapolres Kolut


Sistem Pengamanan Dinilai Lumpuh Total, Aktivis Desak Copot Kapolres Kolut Perbesar

Sekilas.co.id — Gelombang desakan agar Kapolres Kolaka Utara (Kolut) dicopot dari jabatannya terus menguat. Koalisi Aktivis Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra, Kamis (9/7/2026).

Aksi yang diinisiasi oleh gabungan organisasi seperti Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sultra, Anti-Corruption Women’s Forum, SAC, Konsorsium Aktivis Nasional (KORAN) Sultra, Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) Sultra, dan Mahasiswa Peduli (MAP) Hukum Sultra ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya yang menuntut pertanggungjawaban penuh atas kaburnya 11 tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kolaka Utara.

Para tahanan diketahui melarikan diri dengan cara membobol ventilasi di bilik jemuran, membuat tangga manusia untuk mencapai ventilasi, menggunakan selang air untuk memanjat, hingga menyambung kain sarung shalat menjadi tali untuk turun dan meloloskan diri dari rutan.

Koordinator Wilayah AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, dalam orasinya menegaskan bahwa insiden memalukan ini menjadi bukti otentik bahwa fungsi pengawasan dan kontrol internal di Polres Kolaka Utara telah lumpuh total.

“Ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan bobol totalnya sistem pengamanan. Bagaimana mungkin 11 tahanan bisa kabur bersama-sama, merusak teralis, dan membuat tangga manusia tanpa terdeteksi sama sekali? Oleh karena itu, demi menjaga marwah kepolisian, Kapolda Sultra harus segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kapolres Kolaka Utara sekarang juga” tegas Firman Adhyaksa secara lantang.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Anti-Corruption Women’s Forum, Sazkyha Pratiwi Sakir, ikut menyoroti kegagalan sistem pengawasan yang ada di Rutan Polres Kolut. Menurutnya, kegagalan ini sangat mencederai rasa aman publik.

“Ventilasi dibobol tapi tidak ada satu pun mata yang melihat. Sistem di sana bocor parah, rutan itu tempat penahanan, bukan hotel atau tempat rekreasi tahanan. Rakyat tidak butuh alasan berbelit-belit, rakyat butuh jaminan keamanan. Evaluasi total harus dilakukan melalui pencopotan Kapolres Kolaka Utara,” cetus Sazkyha dalam orasinya.

Secara umum, jalannya aksi ini berlangsung dengan sangat tertib, aman, dan kondusif di bawah pengawalan aparat kepolisian setempat.

Usai menyampaikan poin-poin tuntutannya secara tegas di depan gerbang mako, seluruh massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Sultra kemudian bergerak masuk secara teratur menuju pelataran Masjid Mapolda Sultra.

Aksi demonstrasi tersebut ditutup secara khidmat dengan membentuk lingkaran besar untuk menggelar doa bersama di atas lantai selasar masjid. Doa bersama ini ditujukan agar institusi kepolisian, khususnya di wilayah hukum Sulawesi Tenggara, dapat segera berbenah, mengevaluasi kelalaian secara jujur, serta kembali tegak dalam memberikan rasa aman yang seutuhnya bagi masyarakat.

Penulis: Artha Kusuma

Artikel ini telah dibaca 1046 kali

Baca Lainnya

Sekda Tersandung Kasus, Dugaan Asusila di Rumah Jabatan Mencuat, HMKS Desak DPRD Konsel Gunakan Hak Angket

13 July 2026 - 16:08 WIB

Polresta Kendari Ungkap Sederet Kasus Besar Mulai dari Curanmor, Narkoba, hingga Kejahatan Seksual

13 July 2026 - 15:42 WIB

APH Sultra Bersatu Tagih Janji DPRD Kendari Soal Inspeksi Hauling PT ST Nikel Resources

11 July 2026 - 23:23 WIB

Sultra Perkuat Posisi sebagai Pusat Peradaban Manusia

11 July 2026 - 23:16 WIB

Akuatik Buton Selatan Raih 2 Emas, Siap Bidik Prestasi Lebih Besar di Porprov

11 July 2026 - 23:11 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri

11 July 2026 - 13:01 WIB

Trending di News