Sekilas.co.id – Wajah kawasan eks MTQ Kendari dipastikan bakal berubah total menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bukan sekadar seremoni tahunan, momentum ini dijadikan titik balik penataan kawasan agar lebih estetis dan berdaya ekonomi bagi masyarakat lokal.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tak tanggung-tanggung, kuota lapak atau tenan yang awalnya hanya dipatok untuk 50 pedagang, kini dilipatgandakan oleh Pemprov Sultra.
“Pendataan awal ada 50, tetapi kami putuskan berikan 100 tenan. Bagi yang belum terakomodasi, mohon bersabar karena tenan-tenan ini sedang dalam proses pembangunan,” ujar ASR saat meninjau lokasi, Selasa (21/4).
*Sterilisasi Bahu Jalan, Fokus Kenyamanan
Langkah ini diambil sebagai respons atas aspirasi para pedagang yang menginginkan tempat berjualan yang lebih representatif. Selama ini, aktivitas perdagangan masih banyak yang meluber ke bahu jalan, yang sering kali memicu kesemrawutan lalu lintas.
Setelah seluruh fasilitas rampung dan diresmikan tepat pada hari jadi provinsi, regulasi ketat akan diberlakukan. Pedagang dilarang keras kembali berjualan di luar area kawasan. “Nanti akan kita launching saat HUT Sultra. Kita ingin kawasan ini rapi, bersih, dan menjadi kebanggaan warga Kendari,” tambah purnawirawan jenderal bintang dua tersebut.
*Manajemen Kebersihan dan Transparansi Biaya
Membangun fisik adalah satu hal, namun merawatnya adalah persoalan lain. ASR menyadari betul hal tersebut. Ia menjamin bahwa Pemprov telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan dan kebersihan kawasan. Mengenai isu biaya sewa lapak yang sempat simpang siur, Gubernur menekankan pentingnya transparansi. Ia menepis adanya tarif sepihak yang memberatkan pedagang.
Penentuan harga sewa akan dilakukan melalui duduk bersama antara pemerintah dan pelaku UMKM. Tarif harus disepakati agar tidak membebani arus kas pedagang kecil. Pengoperasian kawasan akan dipegang oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sultra. Proses pengisian tenan tidak akan dilakukan secara asal. Perumda Sultra akan melakukan seleksi ketat dengan melibatkan rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pariwisata (Dispar).
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pelaku usaha yang masuk benar-benar memenuhi kriteria dan mampu mendukung citra eks MTQ sebagai destinasi wisata kuliner dan belanja yang berkualitas. Sebagai informasi tambahan, saat ini sterilisasi sementara masih dilakukan di area eks MTQ. Hal tersebut bertujuan untuk memperlancar arus logistik pembangunan fasilitas serta pembersihan kawasan secara menyeluruh sebelum hari peresmian tiba.











