Sekilas.co.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemerintah provinsi untuk mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di instansi masing-masing. Langkah ini diambil guna memperkuat pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara terkoordinasi melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri pendistribusian dana ZIS dalam Program Semarak Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan Baznas Provinsi Sultra di Kendari, Kamis (19/3/2026).
Andi Sumangerukka menegaskan bahwa ZIS bukan sekadar kewajiban spiritual, melainkan instrumen ekonomi strategis untuk menekan angka kesenjangan sosial di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, pengelolaan dana umat yang profesional dapat menjadi katalisator dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera.
“Melalui pengelolaan yang baik dan profesional, ZIS berperan penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat perekonomian umat,” ujar Andi.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sultra bersama Baznas menyalurkan berbagai bentuk bantuan yang menyasar kelompok masyarakat rentan. Bantuan tersebut meliputi santunan untuk anak yatim, paket Ramadhan bagi kaum dhuafa, bantuan langsung untuk keluarga fakir miskin, hingga dukungan operasional bagi lembaga tahfidz Al Quran.
Gubernur menilai intervensi ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial pemerintah dan masyarakat dalam membantu warga memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia juga memberikan apresiasi kepada Baznas Sultra atas konsistensinya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola dana umat. “Kami berterima kasih kepada para muzakki dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui lembaga resmi,” tambahnya.
Penguatan UPZ di tingkat OPD diharapkan dapat menyederhanakan mekanisme pemotongan dan pengumpulan zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara rutin. Dengan pengumpulan yang terpusat dan terkoordinasi, pemerintah daerah berharap program-program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dapat lebih tepat sasaran.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga amil zakat, dan partisipasi publik, Pemerintah Provinsi Sultra optimis dapat mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga religius dan sejahtera secara merata.









