Sekilas.co.id – Sejumlah akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) menerbitkan buku berjudul Membendung Arus Radikalisme di Sulawesi Tenggara sebagai upaya memperkuat strategi pencegahan paham ekstremisme melalui pendekatan akademik dan edukatif.
Buku tersebut membahas ancaman radikalisme terhadap persatuan, toleransi, dan nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk, khususnya di Sulawesi Tenggara. Para penulis menilai radikalisme tidak hanya menjadi persoalan keamanan semata, tetapi juga berpotensi merusak fondasi kehidupan berbangsa serta mengganggu harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Dalam pengantar buku dijelaskan bahwa pemerintah selama ini telah menjalankan berbagai program strategis guna mendukung upaya deradikalisasi nasional. Namun demikian, kalangan akademisi dinilai tetap memiliki peran penting dalam memperkuat langkah pencegahan melalui penelitian ilmiah, edukasi publik, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data dan kajian akademik.
Buku tersebut juga menghadirkan perspektif ilmiah mengenai perkembangan radikalisme serta menawarkan strategi pencegahan yang dinilai lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat. Penulis berharap karya ilmiah itu dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, pada bagian akhir buku, para penulis menekankan pentingnya menjaga kohesi sosial tanpa memunculkan islamofobia struktural dalam upaya menangkal radikalisme. Masyarakat Sulawesi Tenggara dinilai memiliki modal sosial, budaya, dan nilai toleransi yang kuat untuk secara kolektif menolak berkembangnya paham ekstremisme di daerah.
Buku Membendung Arus Radikalisme di Sulawesi Tenggara ditulis oleh Idaman Alwi, Pendais Haq, M. Sabaruddin Sinapoy, dan Handrawan.
Penulis: tim redaksi Sekilas.co.id











