Sekilas.co.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melakukan inspeksi mendadak untuk memantau kelancaran arus mudik di Pelabuhan Penyeberangan Amolengo dan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (18/3/2026). Dalam tinjauan tersebut, Gubernur menekankan bahwa aspek keselamatan penumpang harus menjadi prioritas mutlak di atas kepentingan ekonomi.
Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Gubernur memeriksa kesiapan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari posko pelayanan kesehatan hingga pengaturan kapasitas muatan kapal feri.
“Keselamatan itu nomor satu, jangan hanya mengejar aspek ekonomi,” ujar Andi Sumangerukka saat memberikan arahan kepada operator pelabuhan dan nakhoda kapal.
Berdasarkan data hasil pemantauan di lapangan, arus mudik tahun ini mencatatkan kenaikan volume penumpang sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Guna merespons lonjakan tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra telah mengalokasikan bantuan sosial berupa program mudik gratis di jalur Amolengo dan Torobulu dengan total kuota mencapai 10.000 tiket.
Langkah ini diambil untuk meringankan beban biaya transportasi masyarakat sekaligus mengurai penumpukan penumpang di titik-titik krusial penyeberangan.
Di sela-sela pemantauan, Gubernur juga berdialog langsung dengan sejumlah pemudik untuk menyerap aspirasi terkait kualitas layanan penyeberangan. Ia berharap seluruh warga yang melakukan perjalanan dapat tiba di kampung halaman dengan selamat untuk merayakan Idul Fitri.
Meski secara umum situasi arus mudik dinilai terkendali, Gubernur mengakui masih adanya kendala teknis berupa antrean panjang yang memakan waktu hingga berjam-jam. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan jumlah armada yang beroperasi dibandingkan dengan tingginya animo masyarakat.
“Secara keseluruhan arus mudik berjalan lancar. Namun, keterbatasan armada memang masih menyebabkan antrean. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami, dan ke depan jumlah armada akan ditambah untuk meningkatkan pelayanan,” jelasnya.
Penambahan armada feri pada rute-rute padat di Sulawesi Tenggara menjadi salah satu poin utama dalam rencana pengembangan infrastruktur transportasi laut provinsi tersebut guna menghindari kemacetan serupa di masa mendatang.









