Sekilas.co.id – Laksanakan arahan presiden, Wali Kota Kendari budayakan kurvei dilingkup Pemerintah Kota Kendari. Hal itu tertuang dalam imbauan resmi tahun 2026, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) membiasakan kegiatan kurvei.
Kurvei tersebut dimaksudkan untuk memperkuat budaya kerja yang bersih, sehat, dan produktif di lingkup pemerintahan. Kurvei tersebut diharapkan dapat dilaksanakan selama 10–15 menit sebelum memulai aktivitas kerja setiap hari.
Tujuan dari imbauan tersebut juga dapat meningkatkan kedisiplinan, kebersihan, serta kenyamanan lingkungan kerja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan. Kegiatan kurvei meliputi pembersihan halaman kantor, ruang kerja, fasilitas umum perkantoran, serta penataan lingkungan agar tetap tertib dan rapi.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan kerja merupakan fondasi utama dalam membangun pelayanan publik yang prima. “Kami ingin menumbuhkan budaya kerja yang bersih dan disiplin. Lingkungan kantor yang rapi dan nyaman akan berdampak langsung pada semangat kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, gerakan sederhana seperti kurvei selama 10–15 menit memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan terkoordinasi. Pelaksanaannya berada di bawah tanggung jawab pimpinan OPD, camat, dan lurah masing-masing, sehingga kegiatan berjalan tertib dan terarah.
Siska juga menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Pelaksanaan kurvei harus tetap mengedepankan efektivitas dan efisiensi kerja. Pelayanan publik tidak boleh terhambat. Justru dengan lingkungan yang bersih, pelayanan akan semakin optimal,” tegasnya.
Gerakan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kendari dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif seluruh ASN, diharapkan tercipta suasana kerja yang harmonis dan produktif.
Melalui langkah ini, Pemkot Kendari ingin memberi contoh bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama. Budaya bersih bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh aparatur sebagai pelayan masyarakat.










