Sekilas.co.id — Prestasi Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kabupaten Buton Selatan (Busel), khususnya kategori skateboard, menjadi sinyal positif bagi ambisi daerah menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026 di Kota Kendari.
Dalam kejuaraan daerah yang baru-baru ini diikuti, atlet skateboard Busel sukses membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu. Capaian tersebut mengantarkan Porserosi Busel keluar sebagai Juara Umum 2.
Hasil itu sekaligus memperkuat optimisme Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton Selatan, Darmani, bahwa pembinaan atlet daerah mulai menunjukkan hasil. Namun, ia menilai prestasi tersebut bukan alasan untuk berpuas diri.
“Ini adalah awal yang sangat baik untuk Kabupaten Buton Selatan. Prestasi dari cabor Porserosi ini menjadi suntikan energi dan motivasi besar bagi kami semua. Namun, kita tidak boleh cepat puas.”
Bagi Darmani, capaian skateboard Busel harus ditempatkan sebagai modal awal, bukan garis akhir. Porprov Sultra 2026 di Kendari akan menjadi ujian yang lebih besar untuk mengukur sejauh mana pembinaan olahraga prestasi di daerah tersebut mampu menghasilkan atlet yang kompetitif.
“Di Porprov 2026 Kota Kendari mendatang, persiapan harus jauh lebih matang agar kita bisa tampil lebih maksimal dan membawa pulang lebih banyak medali emas untuk daerah,” ujarnya.
Prestasi Porserosi Busel memiliki arti lebih luas daripada sekadar jumlah medali. Di tengah persiapan menuju Porprov, capaian tersebut memberikan gambaran bahwa cabang olahraga yang selama ini mungkin belum menjadi sorotan utama justru dapat menjadi salah satu sumber kekuatan kontingen daerah.
KONI Buton Selatan sebelumnya telah mematangkan persiapan menghadapi Porprov Sultra 2026 bersama pemerintah daerah dan cabang olahraga. Dalam rapat koordinasi pada Mei 2026, Darmani menyebut persiapan kontingen menjadi agenda penting karena Porprov dijadwalkan berlangsung di Kendari pada November 2026.
Karena itu, capaian skateboard menjadi semacam lampu hijau bahwa investasi pembinaan atlet muda memiliki peluang menghasilkan prestasi apabila diikuti persiapan yang konsisten.
Di sinilah tantangan berikutnya berada. Medali yang diraih dalam kejuaraan daerah harus diterjemahkan menjadi program pembinaan yang lebih terukur: latihan yang berkelanjutan, kompetisi yang cukup, kesiapan atlet, serta dukungan fasilitas dan kebutuhan pertandingan.
Dengan waktu menuju Porprov Kendari yang semakin dekat, setiap capaian menjadi penting untuk membaca peta kekuatan Busel. Darmani juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, khususnya Bupati H. Muhammad Adios, atas dukungan terhadap KONI dan pembinaan olahraga prestasi.
Menurutnya, prestasi atlet tidak lahir hanya dari kemampuan individu. Ada kerja panjang yang melibatkan atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, KONI, pemerintah daerah, serta masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Bupati H. Adios. Kepercayaan yang beliau berikan kepada KONI adalah amanah yang akan terus kami bayar dengan prestasi.”
Darmani menyebut dukungan pemerintah daerah sebagai salah satu faktor penting untuk menjaga semangat atlet.
“Dukungan penuh dari pemerintah daerah adalah bahan bakar utama bagi para atlet untuk berjuang habis-habisan di gelanggang pertandingan,” tambahnya.
Dukungan pemerintah terhadap persiapan olahraga Busel sebelumnya juga ditegaskan Bupati Muhammad Adios. Dalam rapat pematangan persiapan Porprov, ia meminta seluruh unsur olahraga menjaga kekompakan karena kontingen akan membawa nama daerah.
Capaian 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu membuat skateboard Porserosi Busel memiliki alasan kuat untuk menatap Porprov 2026 dengan kepercayaan diri. Namun, olahraga prestasi mengenal satu hukum sederhana, prestasi hari ini adalah sejarah, sedangkan medali berikutnya harus diperjuangkan kembali dari titik nol.
Karena itu, Juara Umum 2 dalam kejuaraan daerah tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai catatan prestasi. Ia harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk meningkatkan kualitas atlet Busel.
Bagi Buton Selatan, papan skateboard mungkin hanya terlihat seperti alat untuk meluncur. Tetapi di atas papan itulah keberanian, keseimbangan, teknik, konsentrasi, dan mental bertanding diuji. Lima medali yang dibawa pulang menjadi bukti bahwa potensi itu ada.
Tinggal bagaimana potensi tersebut dipoles hingga mampu bersinar lebih terang di panggung Porprov.
Pengalaman olahraga Busel juga menunjukkan bahwa daerah ini memiliki atlet yang mampu bersaing hingga level lebih tinggi. Sebelumnya, atlet asal Busel, Alfiandi, tercatat meraih prestasi di ajang internasional MMA dan pernah meraih emas pada PON Papua 2021 serta perak pada PON Aceh-Sumut 2024.
Jejak tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan atlet Busel memiliki ruang untuk berkembang apabila dikelola secara konsisten. Dengan modal Juara Umum 2 kategori skateboard, KONI Buton Selatan kini memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan momentum tersebut tidak menguap begitu saja.
Porprov Kendari 2026 bukan sekadar arena perebutan medali. Ajang tersebut akan menjadi panggung untuk mengukur hasil pembinaan olahraga Busel sekaligus menunjukkan sejauh mana dukungan pemerintah daerah mampu diterjemahkan menjadi prestasi.
Darmani pun mengajak masyarakat Buton Selatan memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang akan berlaga. Targetnya jelas, lebih banyak medali emas dan prestasi yang lebih tinggi untuk Buton Selatan.
Jika konsistensi pembinaan mampu dijaga, skateboard Porserosi Busel bukan mustahil menjadi salah satu cabang yang membawa kejutan di Kendari. Sebab, dalam olahraga, kemenangan besar sering kali bermula dari satu capaian kecil yang dirawat dengan serius. Kali ini, papan skateboard telah lebih dulu menunjukkan jalannya.







