Menu ✖

Mode Gelap
 

Hukrim · 26 Jan 2026 01:15 WIB ·

Modus Pengamanan, Kelompok Pemuda Mengaku Ormas di Kendari Dipolisikan


Modus Pengamanan, Kelompok Pemuda Mengaku Ormas di Kendari Dipolisikan Perbesar

Sekilas.co.id – Buntut pemblokiran jalan, di Lorong Pasir Putih, Jalan Raden Suprapto, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sore, sejumlah pemuda di Polisikan. Kasusnya, kini memasuki tahap penyelidikan kepolisian.

Mengaku sebagai organisasi masyarakat dan membawa kepentingan masyarakat setempat, ternyata kelompok pemuda tersebut diduga melakukan pemerasan. Menyikapi hal itu, pengembang perumahan resmi melaporkan dugaan pemerasan ke Polresta Kendari.

Lurah Watulondo, Muhammad Rusdi Rudi, mengungkapkan bahwa sebelum aksi pemblokiran terjadi, sejumlah orang pernah mendatangi rumahnya pada Jumat, 25 Desember 2025. Mereka meminta difasilitasi untuk bertemu dengan pemilik Perumahan Anay Residence dan menyampaikan permintaan uang.

“Ada lebih dari 10 orang datang. Yang saya ingat inisialnya RB, L, dan AJ. Intinya mereka minta difasilitasi bertemu owner perumahan dan ada permintaan uang,” ujar Rusdi saat dikonfirmasi, Minggu (25/1).

Rusdi menyebutkan, setelah pertemuan tersebut, ia diminta oleh salah satu oknum berinisial RB untuk mengupayakan uang bensin dari pihak perumahan. Ia kemudian berkoordinasi dengan pengawas perumahan, yang akhirnya mengirimkan uang sebesar Rp1 juta.

“Uang itu saya teruskan ke rekening berinisial BL sesuai nomor rekening yang dikirimkan RB. Saya tidak mengenal pemilik rekening tersebut,” jelasnya.

Dalam perkembangannya, Rusdi mengaku kerap diminta mengoordinasikan pihak perumahan agar para oknum tersebut dapat menjadi petugas pengamanan. Namun, ia mengaku tidak menindaklanjuti permintaan itu karena khawatir menimbulkan persoalan hukum.

Pada hari terjadinya pemblokiran jalan, Rusdi mengaku terkejut karena orang-orang yang sebelumnya datang ke rumahnya justru melakukan aksi penutupan jalan dengan mengatasnamakan warga perumahan.

“Mereka pernah datang ke rumah, tetapi tiba-tiba melakukan pemalangan jalan. Saya kaget dan sempat bertanya mereka warga mana, karena bukan warga saya,” katanya.

Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan membuka kembali akses jalan. Pada malam harinya, pihak pengembang perumahan melaporkan dugaan pemerasan ke Polresta Kendari. Rusdi juga telah dimintai keterangan sebagai saksi. Namun ia kaget, ternyata ada uang lain yang ternyata sudah sering diberikan oleh pihak perumahan ke oknum-oknum tersebut.

“Saya baru tahu, ternyata yang selama ini mereka beralasan demi kepentingan masyarakat ternyata sudah sering minta uang. Saya tidak mau wargaku dimanfaatkan dalam kondisi ini,” kesalnya.

Data yang diperoleh media ini menyebutkan, total uang yang diduga telah diberikan pihak perumahan kepada oknum tersebut mencapai Rp9.500.000, dengan rincian Rp1.000.000 pada 25 Desember 2025, Rp1.500.000 pada 4 Januari 2026, dan Rp7.000.000 pada 6 Januari 2026.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, membenarkan adanya laporan dugaan pemerasan tersebut.

“Iya, ada laporan dugaan pemerasan dan saat ini masih dalam pendalaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa pengembang perumahan selama ini telah menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekitar. Sejumlah kontribusi juga telah diberikan, seperti penimbunan lahan masjid, penyediaan bak sampah, pemberdayaan tenaga kerja lokal, serta penyiraman jalan dengan membeli air dari menara milik warga.

“Dari hasil awal, pemalangan jalan tidak murni berasal dari tuntutan warga setempat, melainkan dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal yang mengatasnamakan warga. Saat ini masih kami dalami,” pungkas Ariel.

Terpisah, RB, saat dikonfirmasi hingga kini belum memberikan keterangan resmi.

Penulis: ambar sakti

Artikel ini telah dibaca 1322 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Banding Diajukan, Proses Hukum Perkara Ruksamin Terus Berlanjut

31 October 2026 - 18:53 WIB

Demokrasi Bukan Ruang Intimidasi

29 October 2026 - 08:38 WIB

Jurni Pastikan NasDem Sultra Kehilangan Banyak Kursi pada Pemilu 2029: “Ali Mazi Menggali Kuburan Partai”

27 October 2026 - 12:57 WIB

Muaythai Kendari Gaspol TC, Bidik Juara Porprov Sultra 2026

22 October 2026 - 18:46 WIB

Praka DA Bantah Tuduhan Selingkuh dan Telantarkan Anak, Klaim Istri Ajukan Cerai Lebih Dulu

18 October 2026 - 11:40 WIB

Ridwan Badallah Wakili ASR di Tiongkok, Promosikan Kekayaan Bumi Anoa ke Panggung Dunia

17 October 2026 - 14:37 WIB

Trending di News