Sekilas.co.id – Polemik Yayasan Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara (Unsultra) dipastikan tidak mengganggu aktivitas akademika. Hal itu diungkapkan langsung oleh Rektor Unsultra Prof. Andi Bahru kepada seluruh mahasiswa, dosen.
Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Andi Bahrun, menegaskan bahwa saat dialog bersama perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kepastian tersebut telah disampaikan. Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan kekhawatiran terkait konflik internal yayasan antara kubu Nur Alam dan kubu Ahli Waris, serta potensi dampaknya terhadap keberlangsungan akademik.
Menanggapi hal tersebut, Andi Bahrun menegaskan bahwa persoalan di tingkat yayasan tidak memengaruhi proses pendidikan di Unsultra. Ia menyebutkan, pihaknya telah menerima instruksi langsung dari Ketua Yayasan agar seluruh aktivitas akademik tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Proses akademik tetap berjalan normal. Kami mendapat arahan langsung dari Ketua Yayasan agar memastikan seluruh kegiatan pendidikan tidak terganggu oleh persoalan internal yayasan,” ujar Andi Bahrun saat ditemui jurnalis Kendarikini.com, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, hingga saat ini berbagai agenda kampus tetap terlaksana sesuai jadwal. Mulai dari proses seleksi rektor yang berjalan lancar, kegiatan perkuliahan yang terus dikontrol pasca pelantikan, hingga pelaksanaan ujian dan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mulai berjalan.
Selain itu, pelayanan administrasi kampus seperti penandatanganan ijazah, surat-menyurat, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat juga tetap dilakukan tanpa kendala.
Terkait isu yang beredar mengenai adanya demonstrasi besar maupun dugaan masuknya kelompok preman ke lingkungan kampus, Andi Bahrun membantah keras kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa situasi kampus dalam kondisi aman dan kondusif.
“Tidak benar ada demonstrasi besar atau kelompok preman masuk kampus. Memang pada 29 Desember 2025 lalu sempat ada pertemuan dengan pihak yang disebut sebagai Plt. yang juga menjabat Wakil Rektor I. Namun pertemuan itu berlangsung kondusif dan saling menghargai,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas akademik, pihak rektorat bersama sejumlah unsur civitas akademika juga melakukan sesi foto bersama. Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada dosen dan mahasiswa bahwa aktivitas akademik di Unsultra tetap berjalan normal di tengah polemik yayasan.
Menurutnya, Foto tersebut telah dibagikan ke sejumlah grup koordinasi internal sebagai bentuk kepastian bahwa kegiatan kampus tidak terdampak konflik internal yayasan.
Penulis: ambar sakti










