Menu ✖

Mode Gelap
 

News · 23 Sep 2026 12:54 WIB ·

Diduga Lalai, Kecelakaan Kerja di PT KDI Empat Pekerja Tewas


Diduga Lalai,  Kecelakaan Kerja di PT KDI Empat Pekerja Tewas Perbesar

Sekilas.co.id – Kecelakaan kerja terjadi di area operasional pertambangan PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara. Material longsor dilaporkan menimbun lima pekerja pada Selasa, 22 September 2026.

Dari lima pekerja yang menjadi korban, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara kondisi satu korban lainnya masih menjadi bagian dari proses penanganan dan pendataan pihak berwenang.

Keterangan salah seorang pekerja mengatakan bahwa, kejadian longsor begitu cepat. Longsor itu pun terjadi sebanyak dua kali.

“Longsor pertama itu kita masih selamat. Kemudian kita kembali ke pondok, tidak lama kemudian terjadi lagi longsor kedua. Kejadiannya begitu cepat,” tutur pekerja didalam kesaksian video yang beredar terkaot dengan kecelakaan kerja PT KDI.

Sementara itu, Kapolres Konawe Utara AKBP Dr. Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut.

“Benar ada kecelakaan kerja,” ujar Rico melalui sambungan telepon, Rabu, 23 September 2026.

Rico menyebut terdapat lima korban dalam kejadian tersebut. Empat di antaranya meninggal dunia.

“Empat korban jiwa. Kronologis masih disusun,” katanya.

*Penyebab Longsor Masih Diselidiki

Polisi belum membeberkan secara detail penyebab kecelakaan. Tim masih menyusun laporan kejadian dan melakukan pendalaman terhadap kondisi di lokasi.

Karena itu, belum dapat disimpulkan apakah kecelakaan tersebut berkaitan dengan kondisi teknis pertambangan, faktor alam, prosedur keselamatan kerja, maupun faktor lainnya.

Pemeriksaan terhadap lokasi kejadian menjadi penting untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan para pekerja tertimbun material longsor.

Keterangan mengenai penyebab pasti juga masih menunggu hasil investigasi dari instansi yang memiliki kewenangan di bidang ketenagakerjaan dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3).

*Disnakertrans Sultra Turunkan Tim

Kepala Bidang Pembinaan, Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sulawesi Tenggara, Hj. Asnia Nidi, S.E., M.H., mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut.

Tim sebanyak tiga orang diturunkan ke lokasi pada Rabu pagi untuk mengumpulkan data dan melakukan investigasi.

“Kami sudah dapat infonya semalam, dan pagi ini kami sudah turunkan tim sebanyak tiga orang untuk ke lokasi kejadian,” ujar Asnia melalui sambungan telepon, Rabu, 23 September 2026.

Menurut Asnia, tim akan melakukan pengumpulan data sekaligus memeriksa kejadian dari aspek ketenagakerjaan dan K3.

“Penyebab pastinya nanti kita tunggu hasil investigasi tim yang diturunkan pagi ini,” jelasnya.

Investigasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kondisi di lokasi sebelum kecelakaan terjadi, termasuk faktor yang menyebabkan material longsor menimbun para pekerja.

*PT KDI Nyatakan Kooperatif

Di tengah proses investigasi, PT KDI telah memberikan pernyataan mengenai musibah tersebut.

Kuasa hukum sekaligus juru bicara PT KDI, Didit Hariadi, mengatakan manajemen perusahaan menyampaikan belasungkawa kepada para pekerja yang terdampak dan keluarga mereka.

Pihak perusahaan menyatakan telah mendukung proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban. PT KDI juga menyatakan siap memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan. (Perdetik News)

“PT KDI akan kooperatif dan memberikan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan hukum. Kami tidak akan menghalangi proses pemeriksaan dan akan menghormati setiap tahapan investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang,” ungkap Didit.

Terkait penyebab kecelakaan maupun dugaan pelanggaran standar operasional prosedur keselamatan kerja, pihak perusahaan meminta agar kesimpulan tidak dibuat sebelum proses pemeriksaan selesai.

Menurut PT KDI, penyebab kejadian harus ditentukan berdasarkan pemeriksaan kondisi lapangan, keterangan saksi, aspek teknis, dokumen terkait, serta hasil pemeriksaan instansi yang berwenang.

*Keselamatan Pekerja Jadi Sorotan

Insiden yang menewaskan empat pekerja tersebut kembali menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja di sektor pertambangan sebagai perhatian utama.

Terlebih, kegiatan pertambangan memiliki risiko kerja yang tinggi sehingga setiap kecelakaan harus ditelusuri secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya diperlukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan, tetapi juga memastikan standar keselamatan telah diterapkan sesuai ketentuan.

Dalam kasus PT KDI, kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan masih menunggu hasil investigasi tim yang telah diturunkan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra serta pemeriksaan pihak berwenang lainnya.

Penulis: Ambar Sakti

Artikel ini telah dibaca 1620 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Banding Diajukan, Proses Hukum Perkara Ruksamin Terus Berlanjut

31 October 2026 - 18:53 WIB

Demokrasi Bukan Ruang Intimidasi

29 October 2026 - 08:38 WIB

Jurni Pastikan NasDem Sultra Kehilangan Banyak Kursi pada Pemilu 2029: “Ali Mazi Menggali Kuburan Partai”

27 October 2026 - 12:57 WIB

Muaythai Kendari Gaspol TC, Bidik Juara Porprov Sultra 2026

22 October 2026 - 18:46 WIB

Praka DA Bantah Tuduhan Selingkuh dan Telantarkan Anak, Klaim Istri Ajukan Cerai Lebih Dulu

18 October 2026 - 11:40 WIB

Ridwan Badallah Wakili ASR di Tiongkok, Promosikan Kekayaan Bumi Anoa ke Panggung Dunia

17 October 2026 - 14:37 WIB

Trending di News