Menu ✖

Mode Gelap
 

Bisnis · 26 Nov 2025 19:55 WIB ·

AJP Hadiri Konfrensi Tahunan PT Huayou Di Cina Wakili PT Raodah Bumi Sultra


AJP saat menghadiri konfrensi internasional di Cina Perbesar

AJP saat menghadiri konfrensi internasional di Cina

Sekilas.co.id – PT Raodah Bumi Sultra hadiri Konferensi Internasional tahunan PT Huayou Indonesia di Kota Tonxiang, Provinsi Zhejiang, Cina. PT Raodah Bumi Sultra sendiri merupakan perusahaan nikel, yang berlokasi di Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). PT Huayou Indonesia, merupakan perusahaan multi nasional yang ada di Indonesia, dengan beberapa kawasan industri pemurnian nikel dintaranya, PT IPIP Kolaka, IWIP di weda bay Halmerah, PT IMIP dan beberapa smelter lainnya yang ada di Indonesia.

External Relationship PT RBS, Aksan Jaya Putra (AJP) hadir memenuhi undangan gelaran Konferensi Internasional tahunan Huayou mengatakan bahwa, agenda ini dilaksanakan selama dua hari. Tamu undangan yang hadir adalah mitra bisnis maupun calon mitra bisnis di sektor pertambangan nikel.

“Dari Indonesia ada 300 undangan, dan sisanya tamu undangan yang berasal dari berbagai negara di dunia,” ucap dia, Selasa (25/11/2025).

Ia menerangkan, Konferensi Internasional ini rutin dilaksanakan PT Huayou Indonesia, dalam rangka untuk meyakinkan para partner bisnis dan calon partner bisnis yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia ihwal kemampuan pengelolaan biji nikel. “Nah saat ini, mereka (PT Huayou Indonesia) fokus pada pengembangan pabrik baterai yang bahan bakunya dari limonit, yang ada di beberapa IUP di Indonesia, seperti di PT RBS,” jelas AJP.

AJP berharap, dengan relasi bisnis yang dibangun antara PT RBS dan PT Huayou Indonesia, bisa berjalan dengan baik kedepan, sebab perusahaan raksasa asal China itu akan berencana membangun pabrik baterai/HPAL di Kabupaten Konut.

“Ini baru tahap penjajakan, yang memang sudah beberapa kali dilakukan pertemuan, nah untuk meyakinkan kami, yah mereka mengundang kami untuk hadir di acara Konferensi Internasional ini. Ya mereka berharap, kami segera bekerjasama dengan mereka dalam hal meyuplai bahan baku limonit,” jelas mantan Anggota DPRD Sultra ini.

Terkait masalah perizinan PT RBS, tambah dia, bahwa pihaknya telah menuntaskan dokumen perizinan pinjam pakai kawasan hutan (PPKH), serta perizinan lainnya dan menunggu RKAB tahun2026 yang dianggap tidak ada lagi masalah. “Semua perizinan sudah kami lengkapi, dan tentunya ketika perusahaan sudah jalan, pasti masyarakat lingkar tambang kami perdayakan, dan itu komitmen PT RBS,” tukasnya.

Penulis: Yogi Nebansi

Artikel ini telah dibaca 910 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Banding Diajukan, Proses Hukum Perkara Ruksamin Terus Berlanjut

31 October 2026 - 18:53 WIB

Demokrasi Bukan Ruang Intimidasi

29 October 2026 - 08:38 WIB

Jurni Pastikan NasDem Sultra Kehilangan Banyak Kursi pada Pemilu 2029: “Ali Mazi Menggali Kuburan Partai”

27 October 2026 - 12:57 WIB

Muaythai Kendari Gaspol TC, Bidik Juara Porprov Sultra 2026

22 October 2026 - 18:46 WIB

Praka DA Bantah Tuduhan Selingkuh dan Telantarkan Anak, Klaim Istri Ajukan Cerai Lebih Dulu

18 October 2026 - 11:40 WIB

Ridwan Badallah Wakili ASR di Tiongkok, Promosikan Kekayaan Bumi Anoa ke Panggung Dunia

17 October 2026 - 14:37 WIB

Trending di News