Sekilas.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Tenggara (Sultra), Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, menilai kegiatan Famtrip Overland tidak cukup hanya menjadi ajang menikmati keindahan destinasi wisata. Lebih jauh, kegiatan lintas kabupaten tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Arinta menyampaikan hal itu setelah mengikuti langsung perjalanan Famtrip Overland yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026. Rombongan menyusuri sejumlah destinasi di Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka, hingga direncanakan singgah di Kabupaten Kolaka Timur.
Menurut Arinta, perjalanan tersebut memperlihatkan secara langsung kekayaan destinasi wisata Sultra yang memiliki karakter beragam. Rombongan mengawali perjalanan dari Bukit Pajongang di Bombana, kemudian menuju Pantai Kalomang dan Bukit Sani-Sani di Kolaka.
Keberagaman tersebut, kata Arinta, menjadi modal penting untuk memperluas promosi pariwisata Sultra. Promosi yang dilakukan melalui pengalaman langsung dinilai dapat memberikan gambaran lebih nyata kepada masyarakat mengenai potensi wisata yang dimiliki daerah.
“Alhamdulillah tripnya sangat menarik. Saya yakin kalau nanti kita promosikan kepada masyarakat di Sulawesi Tenggara dan masyarakat Indonesia, insya Allah mereka akan lebih tertarik dengan adanya kegiatan ini,” kata Arinta.
Namun, Arinta menilai keberhasilan promosi wisata tidak berhenti pada meningkatnya jumlah kunjungan. Ada kepentingan yang lebih besar, yakni memastikan geliat pariwisata memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi.
Menurut dia, meningkatnya kunjungan wisatawan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, kuliner, jasa transportasi hingga sektor ekonomi kreatif. “Harapannya tentu pariwisata akan lebih bergairah lagi dan memberikan nilai tambah perekonomian di masyarakat sekitarnya,” pungkas Arinta.
Karena itu, kegiatan seperti Famtrip Overland dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan destinasi wisata sekaligus membangun pengalaman perjalanan lintas daerah. Peserta tidak hanya melihat potensi wisata, tetapi juga dapat mengenali peluang ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut.
Arinta pun membuka peluang untuk kembali mengikuti perjalanan wisata serupa bersama Dinas Pariwisata Sultra pada kesempatan mendatang. Ia menilai promosi melalui perjalanan langsung masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
“Insya Allah nanti kalau misalnya ada waktu, kita rencanakan lagi. Kalau ini kan di daratan,” katanya.
Rangkaian Famtrip Overland 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi perjalanan menjelajahi destinasi wisata Sultra. Kegiatan tersebut juga membawa pesan bahwa pengembangan pariwisata perlu diarahkan agar keindahan alam yang dimiliki daerah berujung pada manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan promosi yang semakin masif dan kunjungan wisatawan yang meningkat, destinasi di Bombana, Kolaka, dan Kolaka Timur diharapkan tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi baru bagi warga di sekitarnya.







