Sekilas.co.id – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) kembali memperkuat komitmennya terhadap pengembangan keagamaan dan pembinaan umat dengan menyerahkan bantuan sponsorship dana operasional sebesar Rp200 juta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Bantuan tersebut diserahkan di Masjid Agung Al-Kautsar, Kota Kendari, bertepatan dengan pengukuhan Pengurus MUI Sultra Masa Khidmat 2026–2031, Selasa (21/7/2026). Bantuan itu menjadi bagian dari dukungan Bank Sultra terhadap keberlangsungan program dan operasional MUI Sultra dalam menjalankan fungsi pembinaan umat.
Pengukuhan pengurus MUI Sultra dilakukan Ketua MUI Bidang Dakwah, Drs. KH. Abdul Manan Gani, M.M. Momentum tersebut dihadiri Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Penjabat Sekda Sultra, Ketua DPRD Sultra, Kabinda Sultra, Danrem 143/Halu Oleo, Wakapolda Sultra, Wakajati Sultra, Kepala OJK Sultra, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menempatkan MUI sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat di Sulawesi Tenggara. Dalam pengukuhan tersebut, Andi berharap kepengurusan MUI periode 2026–2031 mampu memperkuat dakwah Islam, merawat toleransi, serta mengambil bagian dalam mendukung pembangunan daerah.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi lembaga keagamaan dari kepentingan politik praktis. Menurutnya, rumah ibadah harus tetap menjadi ruang pembinaan umat dan perekat sosial, bukan arena yang memicu perpecahan.
Peran MUI juga dinilai semakin penting dalam menghadapi tantangan sosial yang berkembang. Pemerintah daerah mendorong organisasi ulama tersebut ikut membentengi generasi muda dari radikalisme, penyalahgunaan narkoba, serta penyebaran informasi bohong atau hoaks.
Pesan itu memperlihatkan bahwa pembinaan umat tidak semata berkaitan dengan aktivitas keagamaan. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, lembaga keagamaan juga dituntut mengambil peran dalam menjaga kohesi sosial.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk sinergi berkelanjutan antara perbankan daerah dan ulama dalam membangun masyarakat Sultra yang berkarakter, harmonis, dan sejahtera.
“Atas nama manajemen Bank Sultra, kami mengucapkan selamat atas pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Sulawesi Tenggara Masa Khidmat 2026–2031. Kami menyadari betul betapa pentingnya peran ulama dan MUI sebagai pengayom serta perekat umat di daerah ini,” ujar Andri.
Menurut Andri, bantuan operasional Rp200 juta tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif Bank Sultra untuk mendukung kelancaran program kerja dan operasional MUI Sultra ke depan. Pernyataan tersebut juga dimuat dalam publikasi resmi Bank Sultra. Ia berharap hubungan antara Bank Sultra, pemerintah daerah, dan ulama terus diperkuat sehingga kemitraan tersebut tidak berhenti pada dukungan administratif, tetapi mampu menghasilkan program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Penyerahan bantuan operasional sebesar Rp200 juta ini merupakan bentuk komitmen serta partisipasi aktif Bank Sultra untuk mendukung kelancaran program-program kerja dan operasional MUI Sultra ke depan. Kami berharap kemitraan strategis antara Bank Sultra, pemerintah daerah, dan ulama dapat terus terjalin erat demi mewujudkan kemaslahatan masyarakat Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sultra memiliki posisi yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis dan pelayanan perbankan. Perusahaan juga menjalankan berbagai program kepedulian sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks dukungan kepada MUI Sultra, bantuan Rp200 juta tersebut diarahkan untuk menopang operasional organisasi dalam menjalankan program pembinaan umat.
Di sisi lain, penguatan hubungan antara dunia usaha, pemerintah, dan organisasi keagamaan memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah. Pemerintah membutuhkan mitra sosial untuk memperkuat pesan pembangunan, sementara lembaga keagamaan membutuhkan dukungan agar fungsi pembinaan masyarakat dapat berjalan secara optimal.
MUI Sultra sendiri memasuki periode kepengurusan baru setelah Musyawarah Daerah (Musda) VII pada Februari 2026 menetapkan KH Muslim sebagai Ketua Umum MUI Sultra periode 2026–2031.
Karena itu, dukungan Bank Sultra hadir pada momentum penting. Pengurus baru MUI Sultra memiliki periode lima tahun untuk memperkuat peran organisasi, sementara Bank Sultra menawarkan dukungan melalui kemitraan sosial dan keagamaan.
Tantangan pembinaan umat saat ini tidak lagi terbatas pada ruang fisik. Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat, termasuk generasi muda, berhadapan dengan arus informasi yang sangat cepat. Hoaks, radikalisme, penyalahgunaan narkoba, dan polarisasi sosial menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Dalam konteks tersebut, pesan Gubernur Sultra agar MUI mengambil peran aktif dalam membentengi generasi muda menjadi relevan. MUI tidak hanya diharapkan menjalankan fungsi dakwah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan dan ketahanan sosial masyarakat.
Bagi Bank Sultra, dukungan terhadap MUI menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus bentuk kehadiran sebagai bank milik pemerintah daerah.
Pada akhirnya, nilai bantuan tidak hanya diukur dari nominal Rp200 juta yang disalurkan. Lebih penting, bagaimana dukungan tersebut mampu memperkuat program pembinaan umat, menjaga kerukunan, dan memperbesar kontribusi lembaga keagamaan bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.
Bank Sultra telah memberikan dukungan. Kini tantangannya adalah memastikan dukungan tersebut berbuah program yang nyata, terukur, dan dirasakan masyarakat.







