Sekilas.co.id – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), wujudkan komitmen menyelesaikan persoalan dan menghidupkan kembali denyut olahraga di Bumi Anoa. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra), melalui Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang menegaskan bahwa tahun 2026, pembangunan Stadion Lakidende akan dilanjutkan.
Anggaran sebesar Rp77 miliar pun digelontorkan untuk melanjutkan pembangunan tersebut dan akan dikerjakan pada tahun 2026. “Sudah fix. 2026 kita kerjakan. Proses lelangnya sendiri rencana akan dilakukan Januari mendatang,” tutur Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Pemprov Sultra, Efendi Patulak, di Kendari.
Diketahui, Stadion Lakidende dibangun sejak tahun 1976. Stadion Lakidende pernah menjadi lambang kejayaan olahraga Sultra. Dengan luas 12.000 meter persegi dan kapasitas 25.000 penonton, stadion ini dirancang dengan standar internasional dan sempat digadang-gadang mampu menjadi tuan rumah ajang sebesar PON, SEA Games, bahkan Asian Games.
Namun, mimpi itu kandas di tengah jalan akibat sengketa kepemilikan lahan. Putusan Mahkamah Agung memenangkan pihak ahli waris Mustaring Lin Arifin Cs, mengonfirmasi bahwa lahan tersebut milik pribadi. Pemerintah sempat mengajukan Peninjauan Kembali (PK), namun belum membuahkan hasil.
Akibatnya, pembangunan yang sempat berjalan pada 2021 dan 2022 dengan total anggaran Rp44 miliar terpaksa dihentikan pada 2023. Kini, di bawah kepemimpinan Gubernur ASR, harapan itu hidup kembali. Tak hanya fokus menyelesaikan konflik hukum dan administratif, ASR bertekad menjadikan Lakidende sebagai pusat pembinaan olahraga modern, sekaligus ikon baru kebangkitan Sultra.
“Pak Gubernur punya komitmen untuk membangun dan meningkatkan prestasi olahraga Sultra,” kata Efendi.
Efendi pun menjelaskan pembangunan kali ini akan sampai pada tahap pemfungsian. “Pembangunan nanti, mulai dari lapangan, tribun hingga jalan akses masuk akan berfungsi,” paparnya.
Untuk konstruksi lapangan, Efendi menjelaskan semua akan berstandar FIFA. “Rumputnya khusus. Termasuk konstruksi pipa penyiraman air untuk perawatan air juga sudah diperhitungkan. Nanti akan ada jaringan pipa dibawah tanah,” paparnya.
“Nantinya stadion itu bisa menampung setidaknya 30 ribu penonton,” imbuhnya.
Stadion Lakidende diharapkan dapat menjadi fasilitas olahraga yang representatif, mendukung perkembangan sepak bola, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sultra. “Harapannya dengan stadion ini dapat digunakan untuk penyelenggaraan event olahraga kedepannya. Pembangunan ini juga diharapkan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tutupnya.
Sementara untuk persoalan sengketa lahan yang menjadi penghambat pembangunan, Efendi pun menjelaskan telah teratasi. Untuk teknis dan penjelasannya, Efendi menyerahkan kepada Dinas Perumahan dan Pemukiman.
“Untuk pembayaran itu juga akan dilakukan tahun ini. Tapi teknisnya itu ada di Perumahan,” tungkasnya.
Penulis: Yogi Nebansi










